Selama ini, kami hanya pakai kostum seadanya, dan wayangnya pun milik orang lain, yang digadaikan sebesar Rp 300 ribu
Barabai (Antaranews Kalsel) - Bayu Maulana (13) salah satu dalang cilik asal desa Haliau Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), bertekad  mengembangkan bakatnya memainkan wayang kulit Banjar.

Saat ditemui dirumahnya, Bayu panggilan akrabnya mengungkapkan, selama setahun terakhir dia bersama empat temannya yang memainkan musik pengiring, mulai jarang menerima permintaan pertunjukkan.

Biasanya mereka diundang untuk memeriahkan  acara malam pesta perkawinan di kampong-kampung. "Sekarang sudah jarang sekali, mungkin akibat harga karet masih belum membaik," kata Fitri ibu Bayu Maulana.

Biasanya, Bayu dan Teman-temannya seperti Rahmat Hidayat (pemain sarun), Ramadhani (pemain gong), Akbar serta Andi Salam (pemain babun) belum punya akses jug selalu diundng di even budaya maupun kesenian.

"Pernah satu kali diajak pentas ditaman budaya Banjarmasin,"ucap Bayu.

Anak yang mengidolakan Ki Mantep Sudarsono pedalang Nasional dan Dalang Diman dari Pantai Hambawang, HST, ini berharap, pemerintah atau pihak manapun seperti kalangan seniman di daerah, khususnya di HST ada yang bersedia membantu. Terutama untuk penyediaan kostum dan peralatan wayangnya.

"Selama ini, kami hanya pakai kostum seadanya, dan wayangnya pun milik orang lain, yang digadaikan sebesar Rp 300 ribu," tambahnya.

Sedangkan alat musik pengiringnya, pakai botol kaca, gallon, serta dua sendok sebagai alat pemukul botol kaca tadi. Ditambah dengan serutan kepala sebagai alat ketukan ketika memainkan lakon wayangnya



Pewarta: Fathurrahman
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026