Pelaksanaan PIN Polio akan dipusatkan di Posyandu Dahlia Jalan Meratus Kota Banjarbaru sehingga kami imbau masyarakat banyak yang datang,Banjarbaru (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyiapkan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio untuk mencegah berjangkitnya penyakit itu.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Banjarbaru Khairul Fahmi, Selasa, mengatakan pelaksanaan PIN Polio di Posyandu Dahlia pada 8-15 Maret 2016.
"Pelaksanaan PIN Polio akan dipusatkan di Posyandu Dahlia Jalan Meratus Kota Banjarbaru sehingga kami imbau masyarakat banyak yang datang," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi advokasi PIN Polio, Senin (22/2) menghadirkan puluhan pegawai dinas dan instansi terkait lainnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Juang Banjarbaru itu dihadiri
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru Eny Apriati Darmawan Jaya Setiawan.
"Tujuan sosialisasi menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan PIN Polio sehingga bisa bersama-sama mencegah serangan penyakit itu," ungkapnya.
Wakil Ketua TP PKK Banjarbaru Eny Apriati Darmawan Jaya mengatakan, imunisasi polio sangat dibutuhkan untuk mencegah anak-anak agar tidak terserang penyakit itu.
"Melalui pemberian imunisasi polio bisa mencegah anak-anak terserang penyakit itu, disamping mengurangi angka penderita penyakit yang bisa mengganggu daya gerak itu," ujarnya.
Ditekankan, manfaat pemberian imunisasi bagi kesehatan anak sangat penting diketahui orang tua yang menginginkan kesehatan maupun pertumbuhan perkembangan anaknya.
Disisi lain, orang tua juga penting untuk mengenal manfaat vaksinasi imunisasi bagi anaknya sehingga tidak terserang polio maupun penyakit lainnya.
"Imunisasi merupakan cara dan upaya yang dilakukan dengan sengaja memberikan kekebalan (imunisasi) pada bayi atau anak agar erhindar dari penyakit tertentu," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.