Koordinasi surveilans epedimiologi ini merupakan langkah awal untuk membentuk jejaring kemitraan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banjarmasin wilayah kerja Kotabaru
Kotabaru (Antaranews Kalsel) - Pemkab Kotabaru bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin, Kalimantan Selatan, meningkatkan koordinasi surveilans epidemiologi untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular, dan virus Zika.


Plt Asisten II Setda Kabupaten Kotabaru H Akhmad Rivai, di Kotabaru, Selasa mengatakan, Pemkab Kotabaru sangat apresiasi kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin di Kotabaru, yang bersama-sama melakukan persiapan dalam menghadapi ancaman penularan virus Zika dan Kasus Mers Corv.

"Koordinasi surveilans epedimiologi ini merupakan langkah awal untuk membentuk jejaring kemitraan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banjarmasin wilayah kerja Kotabaru," ujarnya.

Kegiatan tersebut, lanjut Rivai, dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini terhadap Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan masyarakat yang dapat meresahkan dunia.

Yaitu kejadian luar biasa yang meruapakan risiko kesehatan masyarakat bagi negara lain karena berpotensi dapat menyebar lintas negara dan memerlukan respons internasional secara terkoordinasi.

Menurut dia, mobilisasi penduduk sangat berisiko terhadap penularan penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah secara nasional bahkan pandemi secara internasional.

"Apalagi Kabupaten Kotabaru berpotensi karena untuk lalu lintas laut banyak disinggahi kapal-kapal asing dan jika tidak disikapi dengan serius akan menjadi ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi KLB, serta adanya lalu lintas udara dari Banjarmasin � Kotabaru pp dan Kotabaru � Makassar pp setiap hari," tuturnya.

Dia mengharapkan, dengan adanya pertemuan koordinasi surveilans epedimiologi di wilayah kerja Kotabaru dapat meningkatkan sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit-penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, wabah bahkan PHEIC.

Disamping itu dapat menghasilkan rumusan kesepakatan yang dapat memberikan motivasi dan semangat untuk meningkatkan kinerja serta memberikan penguatan sistem kewaspadaan dini dan respon terhadap munculnya penyakit potensial KLB, wabah dan PHEIC secara optimal.


Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026