Masalah paspor jamaah haji akan kita siap lebih awal, harus bisa dimulai pada bulan MaretBanjarmasin (Antaranews Kalsel) - Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan H Muhammad Tambrin menyatakan, pemberkasan paspor bagi jamaah calon haji daerahnya mulai disiapkan pada bulan Maret 2016.
"Masalah paspor jamaah calon haji akan kita siap lebih awal, harus bisa dimulai pada bulan Maret," ujarnya di Banjarmasin.
Permintaan ini, tambah dia, sudah disampaikannya pada seluruh Kepala Kemenag dan Kasi PHU Kabupaten/Kota pada saat dirinya membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan penerbitan paspor jamaah haji Kalsel 2016 di Aula Meridien 2 Hotel Nasa Banjarmasin, Senin.
Hadir pula dalam acara itu Kementerian Hukum dan HAM, pihak Imigrasi Kelas II dan II, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banjarmasin serta Pejabat dan staf Bidang PHU Kanwil Kemenag Kalsel.
"Jadi saya minta agar semuanya bida bekerjasama, sehingga kita sudah siap dengan datanya begitu diminta oleh pihak terkait penerbitan paspor jamaah haji ini," bebernya.
Selanjutnya, Tambrin menerangkan, untuk penerbitan paspor, estimasinya sudah ada tinggal pengaturan jadwalnya yang perlu dibuat bersama.
"Demikian juga paspor yang sudah mati agar segera dipebaharui," pintanya.
Labih lanjut Tambrin menyinggung masalah pelepasan keberangkatan jamaah haji di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin akan datang. Pihaknya akan berkordinasi dengan Pemprov untuk membuat surat kepada pejabat daerah, agar acara pelepasan cukup dilaksanakan di daerah saja tidak perlu sampai ke asrama haji.
"Hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat evaluasi keberangkatan jamaah haji tahun kemarin, yang bertujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan kita terhadap jamaah haji " katanya.
Untuk kuota jamaah haji Kalsel yang diberangkatkan pada 2016 ini, Tambrin belum bisa memastikan akan ada tambahan dari tahu lalu yang berjumlah 3.050 orang, sebab semuanya masih menunggu kebijakan Kemenag pusat.
Pewarta: SukarliEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.