Sebab jika kemarau terjadi lagi sebagaimana tahun lalu, pembagian air akan bisa tetap maksimal ke daerah pinggiran, meski harus sistem bergilirBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Banjarmasin, mulai melakukan pembenahan jaringan perpipaan untuk menghadapi musim kemarau tahun 2016.
"Utamanya yang menjadi pembenahan itu jaringan ke daerah pinggiran," ujar Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih saat syukuran HUT ke-43 PDAM Bandarmasih, Jumat.
Menurut dia, pendistribusian air bersih diupayakan bisa maksimal dan merata hingga kedaerah pinggiran sebagaimana daerah Sungai Andai, Sungai Gampa, Basirih, dan daerah Alalak.
"Sebab jika kemarau terjadi lagi sebagaimana tahun lalu, pembagian air akan bisa tetap maksimal ke daerah pinggiran, meski harus sistem bergilir," ujarnya.
Karena jika terjadi kemarau panjang lagi, ungkap Muslih, tentunya pengolahan air bersih akan terancam terganggu lagi, karena air sungai Martapura yang berubah menjadi asin akibat masuknya air laut lebih besar atau interusi air laut.
"Karena pengolahan air bersih kita masih tertumpu bahan bakunya di sungai Martapura, maka terjadinya kondisi alam ini akan banyak mempengaruhinya, bahkan kalau tahun lalu mencapai 30 persen penurunan," bebernya.
Dia menyatakan, ketersediaan sumber bahan baku ini menjadi penting adanya saat ini, hingga berbagai langkah strategis diupayakan akan dilakukan, diantaranya menambah mesin pengambilan air baku di intek Sungai Tabuk.
"Untuk jangka panjangnya tetap pemikiran kita harus membangun embung atau reservoir atau lagi lumbung air," ujarnya.
Sebab, tutur dia, kualitas air di sungai Martapura terus menurun, hingga perlu penyelamatan bagi kelestarian alam, termasuk menjaga penghijauan hutan di bagian hulu, di mana perlu kometmen semua pihak melakukannya.
"Kalau kita semua tidak memperdulikan masalah kelestarian alam ini, kebutuhan vital bagi kehidupan kita akan adanya air bersih terancam krisis," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengharapkan distribusi air bersih tidak banyak terkendala kepelanggan, hingga ke daerah pinggiran.
"Bagaimana pun juga tentang air masih ada yang tidak mengalir sampai ke rumah pelanggan, ini yang menjadi tugas dan tanggungjawab PDAM ke depan sebagai penyedia air bagi pelayanan mendasar," katanya.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.