Penyerahan asuransi pertanian Kementerian Pertanian yang bekerjasama dengan PT Jasindo tersebut, untuk musim tanam 2015/2016,Pelaihari, (AntaranewsKalsel) - Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Bambang Alamsyah menyerahkan asuransi pertanian dari Kementerian Pertanian kepada petani Tanah Laut.
"Penyerahan asuransi pertanian Kementerian Pertanian yang bekerjasama dengan PT Jasindo tersebut, untuk musim tanam 2015/2016," ujar Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah, di Pelaihari, Senin.
Menurut dia, penyerahan asuransi pertanian di wilayah Tanah Laut diwakili Kelompok Tani dari Kecamatan Batu Ampar, Bajuin dan Jorong.
Diutarakannya, asuransi pertanian yang diberikan tersebut dalam rangka perlindungan kepada petani padi, jika mengalami gagal panen akibat kebanjiran, kekeringan atau serangan hama penyakit.
Total nilai premi asuransi yang dibayar petani, jelas dia,, sebesar Rp180.000 per hektare, dari jumlah itu Kementerian Pertanian membantu sebesar Rp144.000 per hektare melalui dana APBN.
Dari jumlah premi asuransi tu, ucap dia, petani hanya dibebankan biaya sebesar Rp36.000 per hektare.
Dijelaskannya, bantuan asuransi pertanian tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian luar biasa dari pemerintah kepada petani.
Lebih lanjut dia mengemukakan, tidak hanya bantuan Asuransi Pertanian, pemerintah pusat juga sudah sering memberikan bantuan peralatan pertanian setiap tahunnya untuk peningkatan produksi pertanian.
Dia berharap, dengan adanya Asuransi Pertanian tersebut, petani tetap menjaga sawahnya agar tidak gagal panen, dan bantuan itu tidak dianggap sebagai warisan.
Kemudian, terang dia, ganti rugi dari asuransi pertanian itu diberikan apabila umur tanaman padi melewati 10 hari setelah tanam mengalami kerusakan atau gagal panen.
"Ganti rugi berdasarkann hasil penilaian terhadap intensitas kerusakan sekurang-kurangnya 75 persen, klain Asuransi Pertanian melalui PT Asuransi Jasindo sebesar Rp6 juta per hektare," katanya.
Pewarta: AriantoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.