Hasil kajian Bank Indonesia Banjarmasin terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2010 menunjukkan, sektor pertanian mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan terbesar, yakni 1,94 persen.
       
Kepala Bidang Ekonomi Moneter Bank Indonesia Banjarmasin Kalimantan Selatan, Agus Hartanto di Banjarmasin, Minggu mengatakan, kinerja ekonomi Kalimantan Selatan triwulan II-2010 mencatat pertumbuhan positif 5,97 persen dibanding triwulan sebelumnya sebesar 5,39 persen.
       
Pertumbuhan tersebut, kata dia, didorong oleh berbagai faktor antara lain kinerja sektor pertanian yang tumbuh pesat, serta meningkatnya sektor ekonomi dominan lainnya yaitu pertambangan, perdagangan dan industri pengolahan.
       
Khusus sektor pertanian, kata dia, tumbuh 7,19 persen lebih tinggi dari triwulan I-2010 sebesar 5,47 persen.
       
Sesuai data yang dihimpun BI, kata dia, produksi tanaman bahan makanan (tabama) pada Mei - Agustus 2010 diperkirakan naik 7,98 persen dari 263,1 ribu ton menjadi 284,09 ribu ton.
       
Sedangkan membaiknya kinerja sub sektor perkebunan, yaitu kenaikan harga komoditas karet dan minyak sawit internasional seiring meningkatnya permintaan, juga mendorong pertumbuhan ekonomi Kalsel secara positif.
       
Melonjaknya harga pertambangan batu bara tingkat dunia mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II 2010.
       
Sektor pertambangan, kata Agus, tumbuh lebih tinggi dari 4,53 persen pada triwulan I-2010 menjadi 5,97 persen pada triwulan II-2010. Hal itu terjadi karena permintaan batu bara untuk keperluan pembangkit listrik meningkat.
       
Harga batu bara internasional tambah Agus, juga naik cukup tajam dibanding sebelumnya, sehingga mampu memberikan efek ekonomi yang cukup positif bagi pertumbuhan ekonomi Kalsel.
       
Kendati dari sisi produktivitas eksplorasi tambang terganggu berbagai hal baik faktor alam maupun diberlakukannya peraturan pemerintah namun sektor itu masih mampu memberikan nilai positif bagi pertumbuhan ekonomi Kalsel.
       
Sedangkan sektor perdagangan tumbuh 8,65 persen lebih tinggi dari triwulan sebelumnya 7,59 persen.
       
Selain itu, kata Agus, pertumbuhan juga didorong meningkatnya konsumsi masyarakat sejalan membaiknya daya beli masyarakat dan adanya kegiatan Pemilukada di tingkat provinsi dan beberapa kabupaten/kota di Kalsel.
       
Selanjutnya, sektor industri pengolahan juga tumbuh positif 2,21 persen atau relatif stagnan dari triwulan sebelumnya  yang tumbuh 2,07 persen. Volume ekspor kayu olahan tumbuh 8,18 persen.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026