Kalsel aman dan kondusif, tidak terpengaruh aksi teror bom yang terjadi di JakartaBanjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigjen (Pol) Agung Budi Maryoto mengatakan, kondisi Kalsel secara umum aman dan kondusif, tidak terpengaruh teror bom yang terjadi di Jakarta.
"Kalsel aman dan kondusif, tidak terpengaruh aksi teror bom yang terjadi di Jakarta," ujar Kapolda seusai menutup kegiatan pelatihan instruktur revolusi mental di Sekolah Polisi Negara (SPN) Banjarbaru, Jumat.
Pihaknya sudah menerima laporan seluruh kepala satuan kewilayahan atau kapolres bahwa situasi dan kondisi kabupaten dan kota aman dan kondusif.
Diharapkan, situasi keamanan dan ketertiban selalu terjaga dan terpelihara sehingga tidak ada keresahan dan ketakutan masyarakat di provinsi itu.
"Seluruh personel Polri di Kalsel siap memberikan pelayanan maksimal dan perlindungan. Masyarakat tidak perlu takut terhadap ancaman apa pun," pesannya.
Menurut dia, sesuai instruksi pimpinan Polri, status wilayah Kalsel ditetapkan siaga 1 sehingga langkah pengamanan wilayah dari segala gangguan diperketat.
Disebutkan, langkah yang diambil adalah mengamankan objek-objek vital seperti bandar udara dan pelabuhan sehingga bisa mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Personel diturunkan melakukan pengamanan di sejumlah objek vital. Jumlahnya juga disesuaikan dengan kebutuhan sehingga bisa bergerak jika terjadi kondisi diluar dugaan," ujarnya.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di tempat-tempat ibadah, perbankan, pertokoan hingga restoran cepat saji yang kemungkinan menjadi sasaran teror.
Dikatakan, langkah pengamanan yang objek vital yang dilakukan Polri didukung personel TNI dari berbagai satuan sehingga tercipta kekompakan sebagai sesama aparat.
"Pengamanan dilakukan bersama personel TNI dan diharapkan adanya dukungan penuh masyarakat agar situasi Kalsel secara umum aman dan kondusif," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.