"Pelaksanaan APBD harus efisien dan efektif disamping transparan dan akuntabel sebagai prinsip pengelolaan keuangan," ujarnyaBanjarbaru (Antaranews Kalsel) - Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Tarmizi Abdul Karim meminta pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah memenuhi prinsip pengelolaan keuangan yakni efisien.
"Pelaksanaan APBD harus efisien dan efektif disamping transparan dan akuntabel sebagai prinsip pengelolaan keuangan," ujarnya Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Rabu.
Ia mengatakan hal tersebut usai penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kalsel dihadiri seluruh pimpinan SKPD.
Ditekankan, APBD sebesar Rp5,2 triliun bukan angka sedikit karena berisi rencana penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan umum.
"Kami imbau kepada pengguna dan kuasa pengguna anggaran bisa menjaga amanah dalam melaksanakan tugasnya sesuai standar dan aturan yang ditetapkan," ujar dia.
Menurut dia, selain memenuhi azas pengelolaan keuangan, pimpinan SKPD juga harus memiliki inovasi sehingga program kerja yang direncanakan dalam satu tahun bisa terealisasi.
"Inovasi diperlukan agar program yang disiapkan berjalan maksimal dan harus diimbangi kemampuan SDM sebagai pelaksana kegiatan," ucap salah satu dirjen di Kemendagri itu.
Ditekankan, pelaksanaan APBD diarahkan prioritas daerah sesuai tema pembangunan 2016, melanjutkan pencapaian pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
"Tujuannya agar pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lebih meningkat sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang sejahtera," ujarnya.
Kepala Biro Keuangan Pemprov Kalsel Syah Jehan meminta pimpinan SKPD mempelajari DPA yang sudah diserahkan sehingga jika terjadi suatu kesalahan bisa diperbaiki secepatnya.
"Kami minta dokumen pelaksanaan anggaran harus dipelajari terlebih dulu sebelum melaksanakan kegiatan sehingga jika ada kesalahan bisa diperbaiki, " katanya.
Sementara itu, komposisi APBD Kalsel 2016 terdiri dari pendapatan sebesar Rp5,03 triliun dan belanja sebesar Rp5,2 triliun sehingga terjadi defisit sebesar Rp175 miliar.***3***
(T.KR-YRZ/B/E005/E005) 13-01-2016 19:48:51
Pewarta: Yose RizalEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.