Petugas pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka pada 17 Agustus di kantor Pemko Banjarmasin, Kalimantan Selatan digenjot latihan untuk mencapai target terutama untuk latihan fisik menjelang bulan puasa.
Salah satu pelatih Paskibraka dari TNI AD Sersan Mayor Nasrif ditemui saat latihan di Halaman Gedung Bundar Sultan Suriansyah Banjarmasin, Jumat, mengatakan latihan fisik dilapangan untuk pasukan Paskibraka digenjot, karena apabila sudah masuk bulan puasa Ramadhan keadaan fisik peserta berubah karena dalam keadaan haus dan lapar.
"Ya mas latihan Paskibraka sebanyak 27 orang kami genjot pagi dan sore hingga pukul 17.00 Wita diluar bulan puasa untuk mengejar target terutama latihan yang bersifat fisik," kata Serma Nasrif.
Dikatakan, untuk latihan Paskibaraka milik Dinas Pendidikan Banjarmasin tersebut dimulai 5 Juli hingga sekarang terdiri atas pelajar SLTA sederajat 14 putera dan 13 putri sehingga berjumlah 27 orang.
Dengan jumlah pelatih sebanyak enam orang terdiri atas TNI dua orang dan kepolisian empat orang serta dibantu mantan Paskibraka 2010 Banjarmasin yang tergabung dalam Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
Disinggung mengenai materi latihan, Nasrif menjelaskan ada beberapa materi pokok diantaranya latihan baris berbaris (PBB), formasi, fisik dan mental.
"Selain latihan materi pokok para pelajar juga kami berikan pembekalan mental spritual meliputi ibadah dan pengenalan bahaya Narkoba dan jenis obat terlarang lainnya serta pengenalan lalu lintas", terang Nasrif.
Dijelaskan untuk perserta pengibar bendera pada Agustusan itu adalah mereka yang masuk kategori minimal tinggi badan 170 cm atau lebih dan memiliki nilai pelajaran yang tinggi karena untuk masuk jadi anggota Paskibraka harus melalui seleksi yang ketat.
"Pada saat puasa latihan ringan saja hanya yang bersifat pembinaan mental dan disiplin juga tentang bela negara tetapi tidak dilapangan lagi, mungkin di hotel biasanya sudah mendekati hari "H" pada 13-15 Agustus," kata Nasrif.
Mantan Paskibraka 2010 M. Ikhwan mengatakan manfaat dari latihan Paskibraka yang pernah dia rasakan sampai sekarang masih dipakai dalam kehidupan sehari-hari karena membuat dirinya disiplin dan patuh pada orang tua.
"Saya sebelumnya tidak disiplin, suka melawan orang tua tapi setelah ikut Paskibraka dan dilatih oleh kakak dari TNI dan Kepolisiaan saya jadi berubah, sehingga kedua orang tua merasa beruntung dan mengucapkan terima kasih pada semua pelatih," ungkap Ikhwan.(Asm/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.