H Jam`an pengusaha keramba warga Banua Lawas Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan, di Tanjung Rabu mengatakan telah memiliki sekitar 40 keramba yang berisi berbagai jenis ikan.Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Sebagian masyarakat Kalimantan Selatan antusiasme membudidayakan ikan air tawar menggunakan keramba karena selain mudah pengelolaannya hasilnya juga cukup menggiurkan.
H Jam`an pengusaha keramba warga Banua Lawas Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan, di Tanjung Rabu mengatakan telah memiliki sekitar 40 keramba yang berisi berbagai jenis ikan.
Menurut dia, bisnis keramba ikan yang dia tekuni sejak beberapa tahun lalu, telah mampu menjadi tumpuan hidup keluarganya.
"Dari keramba ikan ini, saya bisa menguliahkan anak sampai selesai, membangun rumah, naik haji, juga beli mobil," katanya.
Setiap satu keramba, kata dia, diisi ikan hingga 2.000 ekor, dengan berbagai jenis ikan, baik itu nila, emas, dan beberapa jenis ikan tawar lainnya.
Setiap bulan, kata dia, sekitar enam keramba bisa dipanen, dengan hasil sekitar 1,5 ton atau sebanyak 1.500 kilogram.
"Saat ini harga per kilogram ikan, rata-rata Rp32 ribu, sehingga omset per bulan bisa mencapai Rp48 juta, dengan keuntungan rata-rata 40-50 persen," katanya.
Potensi perikanan keramba dan tambak di Kalimantan Selatan yang cukup besar, selain di Tabalong yaitu di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabuapten Banjar, Barito Kuala dan di Banjarmasin.
Budidaya keramba dan tambak ikan, menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan ikan di Kalimantan Selatan, terutama pada saat cuaca buruk.
Saat cuaca buruk, biasanya harga ikan akan melonjak tajam, karena ikan laut kosong, sehingga sebagian besar warga mencari ikan darat atau sungai sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk.
Kondisi tersebut, sering menjadi salah satu penyebab terjadinya inflasi di kota Banjarmamsin dan beberapa daerah di Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, pengamat perikanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Rozali mengatakan, potensi perikanan di Kalimatan Selatan sangat besar sehingga bila dikembangkan secara maksimal akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan.
"Pemerintah daerah bisa melakukan koordinasi untuk memanfaatkan hasil penelitian perguruan tinggi sesuai dengan potensi pengembangan masing-masing daerah," katanya.
Tidak perlu seluruh hasil penelitian dimanfaatkan, tambah Rozali, pemerintah cukup memilah hasil-hasil penelitian yang sesuai dengan rencana pembangunan jangka pendek, menengah maupun panjang.
Bappeda masing-masing kabupaten, tambah dia, bisa mengundang para peneliti untuk bisa tukar pikiran hasil penelitian yang dihasilkan dan paling sesuai dikembangkan sesuai karakter dan potensi daerah masing-masing.
Menurut Rozali, saat ini sumber daya manusia Kalsel di sektor perikanan cukup memadai, tidak sedikit doktor perikanan yang memiliki kompetensi dan kemampuan cukup untuk pengembangan sektor ini.
"Tinggal bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dibangun, untuk memaksimalkan pengelolaan potensi yang ada," katanya
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.