Bank Indonesia (BI) Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan peredaran uang palsu yang secara fisik dan sekilas terlihat sangat mirip dengan uang asli karena teknologi pembuatannya yang semakin canggih.


Peneliti Senior Madya BI Banjarmasin, Taufik Saleh, di Banjarmasin, Jumat, mengatakan, biasanya peningkatan peredaran uang palsu terjadi baik menjelang Bulan Puasa maupun Lebaran.


"Untuk itu kami minta masyarakat lebih teliti dalam menerima uang terutama lembaran Rp100 ribu," katanya.


Kendati sebagian uang palsu yang beredar di masyarakat sangat mirip dan sulit dibedakan dengan yang asli, katanya, tidak akan pernah bisa menyamai uang asli.


Ia menjelaskan, ada beberapa ciri khusus yang dengan mudah bisa masyarakat kenali untuk membedakan uang asli dengan uang palsu asalkan warga lebih teliti dan waspada.


Pada 2010, katanya, peredaran uang palsu yang masuk ke BI sebanyak 709 lembar dan 2011 hingga Juni sebanyak 124 lembar.


"Bila dilihat dari jumlah laporan ke BI tersebut tentunya terjadi penurunan peredaran uang palsu, namun tidak menutup kemungkinan uang palsu yang beredar lebih banyak dari jumlah tersebut," katanya.


Ipaya mencegah meluasnya peredaran uang palsu, katanya, BI telah bekerjasama dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya terkait dengan razia dan tindakan tegas lainnya terhadap pengedar uang palsu.


Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi baik di lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, pemerintah, swasta, sekolah, dan  lainnya tentang ciri uang asli dan uang palsu.


Khusus di pasar terutama kepada para pedagang, katanya, pihaknya telah menurunkan layanan kas keliling untuk memberikan sosialisasi secara langsung tentang ciri-ciri uang asli dan palsu.


"Yang pasti bila ada masyarakat yang menemukan uang palsu silakan langsung lapor ke polisi maupun ke BI akan langsung ditindaklanjuti," katanya.


Belum lama ini, seorang pengusaha mi di daerah itu Fadhlan mendapatkan uang palsu pecahan Rp100 ribu hingga sebanyak enam lembar selama dua hari berturut-turut.


Uang palsu yang tampak asli tersebut terdeteksi setelah yang bersangkutan menanyakan kepada petugas Bank Kalsel.


"Saya ragu apakah uang tersebut asli atau palsu, setelah ditanyakan ke bank ternyata palsu. Petugas bank pun awalnya juga ragu apakah uang tersebut asli atau palsu sebelum dilihat dengan alat deteksi," katanya./B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026