Pertumbuhan ekonomi di Kalsel berada di atas rata-rata nasional sehingga ketersediaan uang kartal perlu dijaga untuk mendukung perputaran ekonomi dan aktivitas perdagangan masyarakat hingga kawasan kepulauan.
Banjarmasin (ANTARA) - Bank Indonesia Kalimantan Selatan (BI Kalsel) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) membawa uang layak edar Rp15 miliar melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 ke lima pulau tertinggal, terdepan dan terluar (3T) guna mendukung transaksi keuangan masyarakat.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI M Anwar Basori mengatakan penyediaan uang rupiah yang layak edar hingga wilayah terpencil menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memastikan seluruh warga memperoleh akses yang sama terhadap alat pembayaran yang sah dan berkualitas.
“Pertumbuhan ekonomi di Kalsel berada di atas rata-rata nasional sehingga ketersediaan uang kartal perlu dijaga untuk mendukung perputaran ekonomi dan aktivitas perdagangan masyarakat hingga kawasan kepulauan. Intinya kita menjaga rupiah harus ada di seluruh pelosok dan berkualitas supaya tidak ada namanya uang palsu,” ujar Anwar saat pelepasan ERB 2026 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa.
ERB 2026 di Kalsel berlangsung pada 9-15 Juni 2026 menggunakan KRI Hiu-634 dengan membawa uang layak edar senilai Rp15 miliar untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat di lima pulau tujuan, yakni Pulau Kerasian, Pulau Kerayaan, Pulau Marabatuan, Pulau Matasiri dan Pulau Laut Timur yang masuk kategori wilayah 3T.
Anwar menyebutkan program ekspedisi kas telah dijalankan sejak 2012 untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses transportasi reguler. Hingga kini, layanan tersebut telah menjangkau hampir 700 pulau di Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan sistem pembayaran nasional.
Pada 2026, BI menargetkan distribusi uang layak edar ke sekitar 650 hingga 670 pulau dengan dukungan TNI AL melalui armada kapal perang yang mampu menjangkau kawasan terdepan, terluar, dan terpencil yang memiliki keterbatasan akses layanan keuangan.
Baca juga: Bank Kalsel - Bank Indonesia kolaborasi percepat digitalisasi pembayaran
Selain menyediakan uang rupiah layak edar, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memperluas penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna mendukung ekosistem pembayaran yang lebih inklusif.
Baca juga: Pemkab HSS dan Lanal Banjarmasin ziarah makan Brigjend H Hasan Basry
Gubernur Kalsel Muhidin mengapresiasi sinergi BI dan TNI AL yang terus menghadirkan layanan keuangan hingga wilayah kepulauan karena mencerminkan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa terkecuali.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa negara hadir ke semua wilayah NKRI tanpa kecuali untuk wilayah terpencil. Kita berharap ekspedisi seperti ini menjadi simbol kolaborasi dan persatuan yang harus kita rawat secara bersama-sama,” kata Muhidin.
Ia menuturkan ekspedisi tersebut mengemban tiga misi utama, yakni menyediakan layanan kas keliling agar masyarakat memperoleh rupiah layak edar, memperluas edukasi penggunaan QRIS, serta memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga di wilayah kepulauan yang menjadi tujuan pelayaran.
“Pemprov Kalsel siap memperkuat kolaborasi dengan BI, TNI AL, dan berbagai kementerian maupun lembaga untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat di kawasan kepulauan,” ujar Muhidin.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.