Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantran Selatan masih perlu penambahan penyertaan modal untuk PDAM guna lebih meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming melalui Sekretaris Daerah Drs Gusti Hidayat menanggapi pandangan umum sejumlah fraksi DPRD terhadap 14 Raperda 2011 melalui sidang paripurna kedua di Batulicin, Rabu.

Sekda mengakui, selama tujuh bulan pelayanan air bersih nyaris tidak mengalir akibat kebutuhan saat ini tidak seimbang dengan kapasitas produksi.

 Dengan adanya penambahan penyertaan modal dipastikan pemerintah mampu lebih serius meningkatkan pelayanan air bersih masyarakat melalui penambahan jaringan instalasi dan jalur distribusi.

Kapasitas produksi air yang dihasilkan melalui layanan perusahaaan daerah air minum (PDAM) hanya sekitar 20 liter perdetik selain itu kondisi mesin saat ini juga belum optimal.

Namun demikian, pihaknya terus berupaya melakukan antisipasi kendala palayanan melalui proses perbaikan mesin.

 Dalam waktu 15 hari kedepan kondisi mesin dipastikan sudah lebih baik dan tiga bulan kemudian instalasi air yang lama dengan kapasitas 10 liter perdetik dapat dioperasikan.
 
"Kami sangat berharap dengan tambahan penyertaan modal secara bertahap bisa memfasilitasi keperluan masyarakat. Karena kapasitas air bersih yang dibutuhkan saat ini sudah mencapai lebih  40 liter perdetik," tegas Sekda.

Menyinggung mekanisme pengawasan modal daerah terhadap PDAM,  Sekda menjelaskan untuk proses audit BPKP tahun anggaran 2010 sudah diajukan dan tinggal menunggu hasilnya.

Pengangkatan direksi PDAM Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu yang baru juga segera dilaksanakan dan sistem pengawasan bupati menunjuk pejabat dari dinas pekerjaan umum (PU), Bappeda dan bagian hukum.(Yanto/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026