"Kalau yang terkena HIV/AIDsitu ibu rumah tangga (IRT) atau sudah bersuami, berarti sumber virus tersebut dari suaminya sendiri," lanjutnya menjawab Antara Kalsel.Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani Aberani Sulaiman menyatakan prihatin karena kaum perempuan di provinsinya yang terbanyak kena atau terjangkit HIV/AIDs pada tahun 2015.
"Kita juga harus prihatin, karena pengidab HIV/AIDs cenderung menaik di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa," ujarnya saat berada di ruang kerjanya di Banjarmasin, Selasa.
Keadaan tersebut, ajak "Srikandi" Partai Golkar itu, tidak dibiarkan, dan semua elemen masyarakat Kalsel harus berbuat agar HIV/AIDs jangan terus berkembang di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini.
"Kita harus lebih gencar lagi menyosialisasikan akan bahaya HIV/AIDs serta cara pencegahan," ujar Noormiliyani yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Kuala, Kalsel.
Untuk mencegah tersebarnya HIV/AIDs atau penyakit kekebalan yang bisa membawa kematian itu, menurut dia, bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh masyarakat termasuk peran para ulama/pemuka agama.
Ia memperkirakan, terjangkitnya HIV/AIDs pada kaum hawa di Kalsel karena atau bermula dari laki-laki yang melakukan hubungan seks, bukan murni pada perempuan itu.
"Kalau yang terkena HIV/AIDsitu ibu rumah tangga (IRT) atau sudah bersuami, berarti sumber virus tersebut dari suaminya sendiri," lanjutnya menjawab Antara Kalsel.
"Oleh sebab itu, mari kita waspada dan sadar terhadap HIV/AIDs. Karena masa inkubasi bisa mencapai belasan tahun, baru dapat mengetahui seseorang terkena penyakit yang mematikan secara perlahan tersebut," demikian Noormiliyani.
Sebelumnya Ketua Penanggulangan AIDs Kalsel Mursali dalam keterangan pers mengungkapkan, pada 2015 warga masyarakat provinsi tersebut yang terkena HIV/AIDs tercatat 1.194 orang.
Mereka yang terkena HIV/AIDs itu terbanyak dari kaum hawa mencapai 50 persen lebih atau 589 orang, sebanyak 177 di antaranya IRT dan terbesar tetap penjaja seks komersial (PSK).
Penderita HIV/AIDs di Kalsel tampaknya menaik sejak tahun 2012 tercatat 591 orang, 2013 sebanyak 792 dan 2014 berjumlah 1.014, kemudian meningkat menjadi 1.194 orang pada tahun 2015, demikian Mursali. T.KR-SKR/B/H005/H005) 08-12-2015 19:30:21
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.