Program beasiswa dibagi dua macam, yakni, beasiswa Effort yang khusus diperuntukan kalangan mahasiswa dan jenis beasiswa bibit unggul daerah (BUD) yang diperuntukan bagi calon mahasiswa atau para lulusan SMA berprestasi.
"Tanah Bumbu tahun ini mendapat beasiswa Effort sekitar 80 orang. Sementara dari BUD hanya satu orang," kata CD Officer PT Arutmin Indonesia, tambang Batulicin, Ibnu Wahyu Hidayat kepada ANTARA, Selasa.
Program beasiswa Effort, katanya, adalah program PT Arutmin Indonesia yang sudah berjalan sejak tiga tahun terkahir. Melalui program tersebut rata-rata setiap tahun ada sekitar 60 hingga 80 orang mahasiswa di Tanah Bumbu yang mendapat beasiswa dari perusahaan itu.
Sedangkan beasiswa BUD, jelas Ibnu, merupakan program beasiswa dari hasil kerja sama PT Arutmin Indonesia dengan perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor (IPB). Bagi setiap lulusan SMA berprestasi di wilayah Kalimantan Selatan, khusunya di Tanah Bumbu punya kesempatan yang sama meraih beasiswa tersebut.
Bagi siswa yang beruntung mendapatkan biasiswa BUD bisa langsung melanjutkan kuliah di IPB tanpa biaya sepeserpun. Semua biaya pendidikan, termasuk biaya hidup akan ditanggung perusahaan bersama IPB.
Lain halnya dengan program Beasiswa Effort. Program ini diluncurkan PT Arutmin Indonesia hanya untuk menaggung biaya pendidikan mahasiswa bersangkutan. Namun dalam program ini mahasiswa akan diberi pelatihan dan pengembangan interpreuneurship atau metode kewira usahaan.
"Tujuan program beasiswa adalah untuk menciptakan bibit-bibit unggul generasi muda yang ada di daerah. Agar setelah belajar (kuliah) mereka sudah mampu bekerja dan siap membangun daerah asal tempat tinggalnya," jelas Ibnu.
Adalah Yuli Purnama Wati (18), satu-satunya siswa lulusan SMA Negeri 1 Kecamatan Simpang Empat di Kabupaten Tanah Bumbu, yang tahun ini berhasil meraih beasiswa BUD. Yuli Purnama Wati anak kandung Mulyono (50) yang tahun ini sukses dalam ujian nasional dengan nilai tertinggi 49,90.
"Saya senang bisa marih beasiswa ini. Mudah-mudahan semua lancar dan saya dapat segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi IPB," kata Yuli Purnama Wati dengan penuh kegembiraan.(Yanto*C)
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.