Pewarta Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin yang melakukan perjalanan ke "Bumi Bersujud" Tanbu, Ahad melaporkan, persiapan gelar Mapanretase atau pesta laut secara tradisional itu Pegatan, ibukota Kecamatan Kusan Hilir - sekitar 20 kilometer dari Batulicin, ibukota kabupaten tersebut.
"Kegiatan Mapanretase selama satu bulan atau bersamaan puasa Ramadhan, sekaligus untuk menyemarakkan bulan suci tersebut," ujar seorang tokoh masyarakat Pegatan H Hamsyuri SH yang juga anggota DPRD Kalsel.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Kotabaru dan Tanbu itu berharap, kegiatan Mapanretase bukan cuma sekedar menyemarakkan bulan suci Ramadhan, tapi menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Oleh karenanya dalam pesta adat laut Mapanretase dan pengisi lapak-lapak menyemarakkan bulan suci Ramadhan tersebut banyak para pelaku UMKM, lanjut laki-laki kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 1953 itu yang juga mantan Camat Kusan Hilir dan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru.
"Kita berharap melalui pesta laut Mapanretase dan pasar Ramadhan sebagai pembuka untuk memulihkan perekonomian masyarakat yang sempat terdampak pandemi COVID-19," demikian Hamsyuri.
Mapanretase sebuah pesta adat para nelayan di Bumi Bersujud Tanbu sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah Allah SWT terhadap rezki hasil melaut selama satu tahun berlalu.
Oleh sebab itu, Mapanretase warga masyarakat nelayan Tanbu khususnya, mereka gelar tiap tahun pada bulan April atau istirahat/mengurangi melaut (menangkap ikan di laut).
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.