Arus penumpang pesawat di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin baik yang berangkat ke luar daerah maupun datang ke Propinsi Kalimantan Selatan masih normal dan belum terjadi lonjakan.
        
Humas PT Angkasa Pura (AP) I bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Awaluddin, di Banjarbaru, Senin, mengatakan, hingga H-10 Idul Fitri, arus penumpang belum mengalami lonjakan di banding hari-hari sebelumnya.
        
"Arus penumpang baik yang berangkat maupun datang masih normal dan tidak ada peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya,"" ujarnya.
        
Ia memperkirakan, jumlah penumpang pesawat yang masih relatif sepi itu disebabkan sebagian masyarakat tidak bepergian keluar daerah dan lebih memilih berkumpul bersama keluarga menjalani ibadah di bulan Ramadhan.
        
Namun, kata dia, peningkatan arus penumpang baik yang datang maupun pergi dipastikan terjadi seiring semakin dekatnya hari raya Idul Fitri.
        
Kebiasaan setiap tahun, moment Lebaran digunakan sebagian besar masyarakat dari luar Kalsel memilih pulang kampung atau mudik berkumpul keluarga.
        
Sebaliknya, masyarakat Kalsel yang bermukim di luar daerah memilih pulang ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama keluarga di daerah masing-masing.
        
"Kebiasaan menjelang Lebaran, lonjakan penumpang baik yang datang maupun pergi terjadi tujuh hari sebelum Idul Fitri dan jumlahnya semakin meningkat hingga hari H," katanya.
        
Dikatakannya, jumlah penumpang yang berangkat melalui 26 kali penerbangan dari berbagai maskapai ke luar daerah sebanyak 3.500 orang per hari dalam kondisi normal dan penumpang yang datang mencapai 3.100 orang.
        
Jumlah penumpang dalam kondisi normal itu, lanjut dia, bakal melonjak drastis menjelang Idul Fitri karena setiap orang ingin mudik pulang ke kampung halaman dan lonjakannya diperkirakan mencapai lima kali lipat dibanding hari biasa.
        
"Jika hari biasa jumlah penumpang berkisar 3.500 hingga 3.700 setiap hari maka semakin mendekati lebaran jumlahnya bisa mencapai 4.500 penumpang," katanya.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026