Menjelang Ramadhan 1432 hijriah harga tiket pesawat ke berbagai tujuan melonjak tajam dibanding hari-hari biasanya.
Pengusaha penjualan tiket di Banjarmasin Fadli, di Banjarmasin Kamis mengatakan, harga tiket pesawat dari Banjarmasin ke Jakarta biasanya berkisar antara Rp400 ribu - Rp600 ribu per orang, kini bisa mencapai Rp2 juta.
"Sebelumnya saya telah berjanji untuk memberangkatkan 22 orang dari Banjarmasin - Jakarta-Bandung dengan Rp2,2 juta per orang termasuk akomodasi," katanya.
Tapi di luar dugaan, tambah dia, ternyata harga tiket yang sebelumnya dibawah Rp1 juta melambung menjadi 1,3 juta bahkan lebih, sehingga terpaksa dibatalkan.
Melambungnya harga tiket tersebut juga terjadi sebaliknya dari Jakarta - Banjarmasin yang rata-rata juga masih Rp1 juta per orang.
Kenaikan harga tiket tersebut terjadi karena padatnya penerbangan dari Banjarmasin- Jakarta mengangkut jamaah umrah yang biasanya terjadi kenaikan menjelang Ramadhan hingga menjelang Lebaran Idul Fitri.
"Hampir seluruh maskapai penerbangan penuh, sehingga penumpang berebut untuk bisa berangkat kendati harga tiket cukup tinggi," katanya.
Sebagaimana diketahui, jumlah peserta ibadah umrah dari Kalsel tercatat tertinggi di Indonesia, sehingga saat ini Bandara Syamsudin Noor selalu dipadati dengan pengantar maupun warga yang akan umrah.
Sementara untuk ke daerah lainnya, seperti Banjarmasin - Surabaya kendati terjadi kenaikan tidak setinggi kenaikan harga tiket Banjarmasin - Jakarta.
Menurut beberapa pengusaha travel lainnya, kenaikan harga tiket pesawat biasanya terjadi pada pertengahan puasa atau beberapa hari menjelang lebaran.
Beberapa calon pemudik Banjarmasin - Surabaya juga mengeluhkan harga tiket menjelang lebaran yang kini sudah mencapai Rp900 ribu.
"Saya sudah pesan tiket sejak beberapa hari lalu untuk pemberangkatan menjelang lebaran, tetapi harganya sudah sangat mahal mencapai Rp800 ribu," kata Sulistiyowati warga Jawa Timur.
Hal serupa juga disampaikan Sri Hartini yang hingga kini belum bisa pulang ke Jawa Timur karena menunggu harga tiket kembali normal.
Dalam beberapa tahun terakhir, penerbangan dari Banjarmasin ke berbagai daerah cukup padat, terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan dari sebelumnya 1700 penumpang per hari kini rata-rata mencapai 3.500 penumpang per hari.
Saat ini PT Angkasa Pura dan Pemprov Kalsel telah menyusun rencana untuk mengembangkan bandara yang kini merupakan bandara terburuk dari 40 bandara di Indonesia./B*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.