Devisa hasil perdagangan luar negeri dari 4,69 juta metrik ton terdiri atas 10 komoditas asal Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan periode Juni 2011 mencapai 407 juta dolar AS.
Devisa untuk periode Juni tersebut lebih rendah dibandingkan devisa Mei yakni sebesar 365 juta dolar AS," ujar Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal dan Pengelolaan Pasar Kotabaru H Zainal Arifin MAP, Kamis.
Dari sepuluh komoditi tersebut, tiga komoditas diantaranya terdiri atas hasil tambang, batubara, bijih besi dan semen curah (clinker).
Sedangkan tujuh komoditas lainnya, terdiri atas hasil perkebunan kelapa sawit, tandan buah segar dan turunanya.
Tiga komoditas hasil; tambang tersebut, yakni, batubara menduduki peringkat pertama sebesar 4 juta metrik ton (mt) dengan devisa 269 juta dolar AS.
Disusul komoditas bijih besi sebesar 483 ribu mt dengan devisa sebesar 7,7 juta dolar, dan semen curah atau clinker sebesar 26 ribu mt dengan devisa 853 ribu dolar AS.
Tujuh komiditas hasil kebun tersebut, diantaranya, hasil pengolahan tandan buah segar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 53 ribu met dengan devisa sebesar 58 juta dolar.
Crude palm kernel oil sebesar 14 ribu mt dengan devisa 25 juta dolar AS, dan palm fatty acid distillate sebesar 4,9 ribu mt dengan devisa sebesar 3,5 juta dolar AS.
RBD palm olein sebesar 34 ribu mt, dengan devisa sebesar 35 juta dolar AS, dan RBD palm stearin sebesar 4,8 ribu mt dengan devisa sebesar 5,6 juta dolar AS.
Menurut Zainal, besarnya devisa selama 2011 fluktuatif, hal itu terjadi karena kondisi pangsa pasar internasional, dan terpengaruh dari kebijakan pemerintah.
"Naik turunya devisa tersebut juga berpengaruh pada naik turunya penerimaan daerah ang berupa dana perimbangan dari pemerintah pusat," paparnya./C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.