Warga masyarakat di Kotabaru, Kalimantan Selatan diharuskan menjaga keseimbangan lingkungan agar tetap memberikan manfaat kepada umat dan upaya itu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.


"Untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tersebut diperlukan contoh dan yang bisa memberikan contoh adalah pemerintah atau pemangku kebijakan lain," kata Wakil Bupati Kotabaru Rudy Suryana,  Rabu.


Saat ini, ujar Wakil Bupati, di Kotabaru telah berdiri sekolah berbasis lingkungan atau sekolah "Adiwiyata", yakni SMAN 2 Kotabaru.


Program tersebut diharapkan setiap murid terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang kurang baik.


Tujuan dari program adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya).


Kelak, kata Rudy, warga sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


Selain terbantuknya sekolah adiwiyata, di Kotabaru juga telah terbentuk kelompok-kelompok masyarakat yang peduli dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Kelompok tersebut melakukan penanaman pohon di lokasi-lokasi kritis, seperti, daerah bendungan Gunung Ulin, dimana air bersih waduk tersebut didistribusikan kepada masyarakat perkotaan.


Serta menanam pohon meranti putih dan yang lainnya di daerah Sebelimbingan, dimana penanaman tersebut secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani beberapa waktu lalu.


Penanaman pohon meranti dan sejenisnya di daerah Gunung Bahalang, yang rencananya akan dibangun bendungan air bersih untuk masyarakat perkotaan.


Untuk menjaga kelsetarian lingkungan, menurut Wakil Bupati diperlukan lebih banyak lagi kelompok masyarakat yang peduli lingkungan dan dengan sukarela bersedia melakukan perawatan pohon-pohon yang telah ditanam.


"Karena tanpa dirawat, bibit kayu meranti dan sejenisnya itu akan mati kering," terangnya.


Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta MS, pada sebuah kesempatan meminta Pemkab Kotabaru segera membangun sekolah peduli dan berbudaya lingkungan "Adiwiyata".


"Tujuan program Adiwiyata ini adalah untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran kepada murid dan guru," kata Menteri LH, pada acara program Community Development/Corporate Social Responsibility (CD/CSR) di Kotabaru, beberapa waktu lalu.


Menurut Menteri, dengan program sekolah Adiwiyata tersebut, upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dapat dikenalkan kepada generasi muda sejak dini.


Program tersebut, merupakan salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran masyarakaat sejak dini dalam upaya pelestarian lingkungan hidup./C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026