...sesuai dengan janji politik bapak Bupati yang akan mengalokasikan dana desa Rp1 miliar satu desa maka kami dari forum kepala desa Tabalong meminta agar bisa direalisasikan pada 2016,Tanjung, (AntaranewsKalsel) - Puluhan kepala desa di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang tergabung dalam Forum Kepala Desa mengadu ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat guna meminta pembagian dana desa yang merata sesuai janji politik bupati setempat, Anang Syakhfiani.
Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten Tabalong Marhani di Tanjung, Senin mengatakan, sebelumnya pemerintah daerah menjanjikan dana Rp1 miliar tiap desa namun kenyataannya hingga saat ini hanya 24 desa yang mendapatkan dana tersebut melalui program Gerakan Pembangunan Menuju Masyarakat Sejahtera (Gerbang Emas).
"Sesuai dengan janji politik bapak Bupati yang akan mengalokasikan dana desa Rp1 miliar satu desa maka kami dari forum kepala desa Tabalong meminta agar bisa direalisasikan pada 2016," jelas Marhani.
Saat ini program Gerbang Emas berupa pemberian dana Rp1 miliar per desa tidak dilaksanakan serentak namun bertahap hanya 24 desa tiap tahunnya sehingga terjadi kecemburuan bagi warga desa yang belum menjadi sasaran program ini.
Bahkan Marhani mengancam para kepala desa akan menyerahkan stempel jika tuntutan dana desa tidak dikabulkan pemerintah daerah.
Menanggapi keinginan Forum Kepala Desa, Ketua DPRD Tabalong Darwin Awi mengatakan persoalan tersebut perlu disampaikan langsung ke pemerintah daerah maupun Bupati Tabalong karena itu sesuai prosedur pihak Kades perlu membuat surat resmi ke dewan agar para wakil rakyat bisa memfasilitasi pertemuan dengan kalangan birokrat.
"Silakan Forum Kepala Desa membuat surat resmi ke dewan atau pemerintah kabupaten untuk digelar pertemuan langsung dengan pengambil kebijakan terkait dana desa Rp1 miliar," jelas Darwin.
Selain menuntut dana desa Rp1 miliar, pada kades juga meminta kenaikan tunjangan kepala desa yang saat ini hanya Rp2.280.000, sarana mobil dinas hingga dana asuransi.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.