"Karena kondisi kabut asap hari ini makin tebal anak-anak terpaksa pulang lebih awal yang biasanya pukul 16.00 wita menjadi 11.00 wita untuk menghindari dampak negatif kabut asap," jelas Elly.
Tanjung (Antaranews Kalsel) - Sejumlah sekolah di Kecamatan Tanjung dan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mengurangi jam belajar dan hanya sekitar tiga jam akibat dari kabut asap yang makin tebal di wilayah ini.


Menurut salah satu guru di SD Islam Hasbunallah Mabuun Kecamatan Murung Pudak, Elly di Tanjung, Selasa, hari ini para siswa hanya belajar sekitar tiga jam dan pulang lebih awal pukul 11.00 wita.

"Karena kondisi kabut asap hari ini makin tebal anak-anak terpaksa pulang lebih awal yang biasanya pukul 16.00 wita menjadi 11.00 wita untuk menghindari dampak negatif kabut asap," jelas Elly.

Tak hanya siswa SD Islam Hasbunalla, ratusan siswa di SMP dan SMA Hasbunallah juga dipulangkan mengingat terjadinya kebakaran lahan di belakang areal sekolah.

Hal serupa juga terjadi di SD Plus Murung Pudak, para siswanya juga dipulangkan pada pukul 10.00 wita dan sejumlah sekolah lainnya.

Dari pemantauan Antara, hingga saat ini kebakaran lahan di Kecamatan Murung Pudak masih berlangsung yang menyebabkan asap makin tebal dan abu sisa pembakaran mengotori sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kebakaran.

Menurut salah satu anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Tabalong Fahriansyah mengatakan sejak Senin kebakaran lahan

terjadi di sejumlah lokasi diantaranya belakang Komplek Swadarma Lestari Mabuun, sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan kawasan PLTD Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak.

"Kebakaran lahan dalam sepekan ini memang cukup banyak akibatnya kabut asap makin tebal dan posko penanggulangan bencana kebakaran hutan maupun lahan terus kita siagakan," jelas Fahriansyah.


Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026