Kotabaru, (Antara) - Satelit Aqua Terra atau Modis mendeteksi 11 titik api atau "hotspot" tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru Irian Noor melalui Kasi Penanggulangan Bencana Sugeng di Kotabaru, Senin mengatakan, berdasarkan Pusat Data dan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, menyebutkan titik api tersebut tersebar di tujuh kecamatan di Kotabaru.

"Kelumpang Tengah 1 hotspot, Kelumpang Utara 3 titik, Pulau Laut Timur dan Sungai Durian masing-masing 2 hotspot, Pulau Laut Barat, Pulau Laut Kepulauan, dan Pulau Laut Selatan masing-masing 1 titik api," kata Sugeng.

Dikatakan, secara umum BPBD Kalimantan Selatan menginformasikan, bahwa Modis mendeteksi jumlah titik api sebanyak 22 titik api yang tersebar di delapan dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Banjarbaru sebanyak 2 hotspot, Kabupaten Banjar sebanyak 2 titik api, Kotabaru sebanyak 11 titik api, Tanah Bumbu sebanyak 1 hotspot, Barito Kuala sebanyak 2 hotspot, Tapin sebanyak 1 titik api, Hulu Sungai Utara seabnyak 2 hotspot, dan Tabalong sebanyak 1 hotspot.

Selain titik api,. Modis juga mendeteksi jarak pandang mendatar minimum 500 meter terjadi pada pukul 06.30 Wita dan jarak pandang membaik pada pukul 10.00 Wita (>5 kilometer).

Kondisi gelombang di Perairan selatan Kalimantan Selatan setinggi 1.0 meter - 2.5 meter, dan di Perairan Kotabaru tinggi gelombang diperkirakan 1.0 meter - 2.5 meter.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026