lmarhum H Soeradi ini beralamat dari Asrama Polisi Bintara Tapin, di Kloter 2 karena sakit strok,
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Sebanyak empat jamaah haji asal Kalimantan Selatan dinyatakan wafat setelah menjalankan ibadah haji wukuf di Padang Arafah, dari 24-25 September 2015.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan H Muhammad Tambrin, Jumat, setelah menerima laporan petugas kloter Embarkasi Banjarmasin.

Empat jamaah Kalsel yang wafat itu, yakni, pertama H Soeradi bin Marto Dimedjo (77) asal dari Tapin, wafat pada 24 September 2015, pukul 15.30 waktu setempat di Ma`la Mekkah.

"Almarhum H Soeradi ini beralamat dari Asrama Polisi Bintara Tapin, di Kloter 2 karena sakit strok," ujarnya.

Yang kedua, ujar dia, H Masrani Utuh Usin (68) Kloter 7 asal dari Hulu Sungai Selatan (HSS) yang meninggal pada 24 September 2015 saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia pada pukul17.30 waktu setempat.

Selanjutnya, ucap Tambrin, jamaah haji yang ketiga wafat adalah H Irzani Badli Zainal (53) dari Kloter 12 asal Tanah Laut warga Jalan Teluk Pulantan, Padang Bati-Bati, pada 25 September karena sakit gagal jantung.

"Yang trakhir atau jamaah haji keempat wafat baru kita dapat informasinya adalah H Ratna Abdul Gani dari Kloter 1 asal Banjarmasin, belum diketahui penyebabnya," aku Tambrin.

Dia mengungkapkan, dari informasinya seluruh jamaah haji Kalsel dinyatakan tidak ada yang tertimpa musibah yang memilukan di Mina di mana lebih 700 orang meninggal dunia akibat terinjak-injak saat berdesakan gelar pelemparan jumrah, Kamis.

"Kita sangat berduka cita atas meninggalnya warga kita ini di Mekkah, moga ibadah haji yang telah dijalankan mereka diterima Allah SWT, dan keluarga bisa tabah mendengar kabar duka ini," tutur Tambrin.

Dia menyatakan, cukup banyak jamaah haji Embarkasi Banjarmasin yang mengidap resiko tinggi (Risti), yakni, karena faktor lanjut usia (Lansia), darah tinggi, dan gula darah tinggi.

"Makanya petugas haji kita di sana sangat konsen untuk memperhatikan jamaah haji kita yang mengidap Risti ini. Usaha maksimal sudah kita jalankan, tinggal kehendak Allah SWT saja lagi yang menentukan batas umur ini," ungkapnya.

Sejauh ini, tutur dia, tidak ada lagi yang dikabarkan mengalami sakit yang menghawatirkan selain satu jamaah haji daerah ini yang telah wafat, diharapkan kesehatan mereka terus terjaga hingga pulang ketanah air nantinya dengan haji yang mabrur.

Sebagaimana diketahui, kata dia, jamaah haji asal Kalsel di tanah suci saat ini berjumlah 3.000 lebih, ditambah jamaah asal Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berangkat melalui Embarkasi Syamsuddin Noor, Banjarmasin sebanyak 1.080 orang.

"Kita doakan bersama agar semua jamaah dilindungi dan dikuatkan menjalankan ibadah rukum Islam yang ke-5 ini dengan lancar," ujarnya.

Pewarta: Sukarli
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026