Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 23 September 2015 ditutup melemah 99,617 poin (2,29%) di 4.244,427.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pelemahan IHSG hari ini antara lain, indeks manufaktur Cina turun ke level 47 di bulan September yang menunjukkan adanya kontraksi pertumbuhan dan menjadi sinyal negatif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Cina.

Keputusan DPR terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2016 di angka 5,3% dimana adanya prediksi turun dari target asumsi pemerintah menandakan tantangan pertumbuhan masih cukup besar sehingga akan turut berdampak terhadap kinerja keuangan emiten

Pelaku pasar global juga masih menganalisis dan menunggu perkembangan atas hasil dari pimpinan The Fed yanh menahan suku bunga acuan pada pekan lalu.

Saham-saham yang ramai diperdagangkan hari ini di antaranya :  

Bank Rakyat Indonesia (BRRI) turun Rp550 ke posisi Rp8.800
Bank Central Asia (BBCA) turun Rp275 ke posisi Rp11.875

Astra Internasional Indonesia (ASII) turun Rp300 ke posisi Rp5.500
Bank Mandiri (BMRI) turun Rp550 ke posisi Rp8.050

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp45 ke posisi Rp2.655
Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp20 ke posisi Rp4.280

Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp45 ke posisi Rp2.680
Kalbe Farma (KLBF) turun Rp80 ke posisi Rp1.440

Saham-saham yang mengalami kenaikan (top gainers) diantaranya:

Sekar Bumi (SKBM) naik Rp210 (25%) ke posisi Rp1.050

Tifa Finance (TIFA) naik Rp24 (17,02%) ke posisi Rp165
 Bank MNC International (BABP) naik Rp6 (8,96%) ke posisi Rp73

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan  (top losers) diantaranya

Express Transindo Utama (TAXI) turun Rp50 (10%) ke posisi Rp450
Eratex Djaja (ERTX) turun Rp130 (10%) ke posisi Rp1.170
Equity Development Investment (GSMF) turun Rp10 (9,90%) ke posisi Rp91




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026