Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pelemahan IHSG hari ini antara lain, indeks manufaktur Cina turun ke level 47 di bulan September yang menunjukkan adanya kontraksi pertumbuhan dan menjadi sinyal negatif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Cina.
Keputusan DPR terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2016 di angka 5,3% dimana adanya prediksi turun dari target asumsi pemerintah menandakan tantangan pertumbuhan masih cukup besar sehingga akan turut berdampak terhadap kinerja keuangan emiten
Pelaku pasar global juga masih menganalisis dan menunggu perkembangan atas hasil dari pimpinan The Fed yanh menahan suku bunga acuan pada pekan lalu.
Saham-saham yang ramai diperdagangkan hari ini di antaranya :
Bank Rakyat Indonesia (BRRI) turun Rp550 ke posisi Rp8.800
Bank Central Asia (BBCA) turun Rp275 ke posisi Rp11.875
Astra Internasional Indonesia (ASII) turun Rp300 ke posisi Rp5.500
Bank Mandiri (BMRI) turun Rp550 ke posisi Rp8.050
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp45 ke posisi Rp2.655
Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp20 ke posisi Rp4.280
Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp45 ke posisi Rp2.680
Kalbe Farma (KLBF) turun Rp80 ke posisi Rp1.440
Saham-saham yang mengalami kenaikan (top gainers) diantaranya:
Sekar Bumi (SKBM) naik Rp210 (25%) ke posisi Rp1.050
Tifa Finance (TIFA) naik Rp24 (17,02%) ke posisi Rp165
Bank MNC International (BABP) naik Rp6 (8,96%) ke posisi Rp73
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan (top losers) diantaranya
Express Transindo Utama (TAXI) turun Rp50 (10%) ke posisi Rp450
Eratex Djaja (ERTX) turun Rp130 (10%) ke posisi Rp1.170
Equity Development Investment (GSMF) turun Rp10 (9,90%) ke posisi Rp91
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.