Pokwakmas masih kurang sarana dan prasarana, bahkan Menara pengawas di Desa Hambuku Hulu roboh akibat diterpa angin, karena beberapa tonggak tiangnya pernah ditabrak pelaku ilegal fishing,"
Amuntai, (Antaranews.Kalsel) - Kelompok Pengawas Masyarakat (pokwakmas) di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan masih terbatas sarana operasional untuk kegiatan pemberantasan ilegal fishing.


Ketua Pokwakmas Sumber Makmur Kecamatan Babirik Fahrurraji di Amuntai Kamis mengatakan selain prasarana yang masih terbatas, beberapa fasiltas seperti menara pengawas diwilayah perairan juga rusak.

"Pokwakmas masih kurang sarana dan prasarana, bahkan Menara pengawas di Desa Hambuku Hulu roboh akibat diterpa angin, karena beberapa tonggak tiangnya pernah ditabrak pelaku ilegal fishing," Ujar Fahrurraji.

Fahrurraji berharap Kementerian Kelautan kembali memberikan program bantuan untuk menambah prasarana pokwakmas.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Suriani mengatakan jika hasil evaluasi keberadaan sarana dan fasilitas pokwakmas memang dibutuhkan maka akan diusulkan ke pemerintah pusat pada anggaran tahun berikutnya.

"Termasuk menara pengawas yang roboh, jika memang bermanfaat bagi upaya pelestarian akan kita usulkan untuk dibangun kembali," katanya.

Suriani mengatakan, peran pokwakmas sangat dibutuhkan untuk pengawasan dan pelestarian sumber daya perikanan.

Ditegaskan, tanggung jawab kelestarian perikanan lebih banyak berada dipundak masyarakat.

"Kalau hanya menggantungkan kepada aparat, maka jumlah petugas dan aparat terbatas untuk mengawasi wilayah perairan rawa yang begitu luas," katanya.

Namun Suriani menyayangkan, dari sebanyak 35 pokwakmas di Kabupaten HSU yang masih aktif sekitar 15 pokwakmas.

Suriani mengingatkan, upaya pelestarian perikanan harus terus dilakukan, karena kebutuhan konsumsi ikan oleh masyarakat terus meningkat setiap tahun.

Sementara, katanya aktivitas ilegal fishing justru membunuh anak ikan dan induk ikan yang tengah bertelur, sehingga jumlah ikan diperairan terancam berkurang.



Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2026