Antrean penumpang kapal feri penyeberangan Batulicin-Tanjung Serdang, Kotabaru, Kalimantan Selatan, terjadi hingga berjam-jam, karena seorang calon penumpang salah satu kapal terjatuh ke laut dan hilang.

Seorang pengemudi Avanza dari Banjarmasin yang hendak ke Kotabaru, M Shohib, Rabu, mengatakan, sejak sekitar pukul 16.00 Wita hingga sekitar pukul 21.00 Wita belum bisa menyeberang.

"Karena ada musibah seorang penumpang jatuh," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun ANTARA, sekitar pukul 10.00 Wita seorang penumpang kapal feri Mahakam Raya yang bernama Misrun (60) Jalan Minapuri, Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, terjatuh saat hendak masuk ke kapal.

Peristiwa terjatuhnya mantan Kades Sekandis, Kecamatan Pamukan Selatan itu sempat membuat pihak kapal feri menunda keberangkatannya.

Bahkan, dua buah kapal feri lainnya di pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu yang seharusnya membawa penumpang ke pelabuhan Tanjung Serdang, Kabupaten Kotabaru, itu juga sempat ditunda keberangkatanya.

Misrun yang mengendarai kendaraan roda dua dengan nomor Polisi DA 5190 GQ dan hendak mengantarkan cucunya ke Batulicin itu terjatuh diduga kehilangan keseimbangan saat hendak masuk ke kapal.

Seorang penumpang dari Banjarmasin, Aulia Fitriani, mengaku jenuh karena antre hingga berjam-jam.

"Selama ini, kami belum pernah antre hingga seperti ini," terangnya.

Seorang pengusaha bus eksekutif, Ahmad, mengaku terpaksa mengalihkan busnya yang hendak ke Banjarmasin yang biasanya menggunakan kapal feri penyeberangan di pelabuhan Tanjung Serdang diubah ke pelabuhan Stagen.   

"Kami khawatir jika bus tetap melalui pelabuhan Tanjung Serdang penumpang akan terlantar, karena antrean cukup panjang," kata dia.

Meski lebih jauh dan jalannya rusak, tetapi keberangkatan bus tetap sesuai jadwal, itu lebih baik daripada harus antrea hingga berjam-jam.

"Kami tetap mengutamakan pelayanan, dan mencari solusi terbaik buat penumpang," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, M Riduan, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait musibah yang menimpa Misrun./C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026