Untuk itu kami meminta masyarakat mewaspadai kondisi ini, karena bisa mengganggu kesehatan, antara lain menyebabkan serangan ISPA,Barabai, (Antaranews Kalsel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, meminta warga mewaspadai serangan Ispa akibat kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut sejak beberapa pekan terakhir.
Kabid Promosi Kesehatan Dinkes HST Mursalin di Barabai Kamis mengatakan, minimnya intensitas curah hujan di wilayah HST dan sekitarnya, menyebabkan kabut asap karena lahan yang kering mudah sekali terbakar.
"Untuk itu kami meminta masyarakat mewaspadai kondisi ini, karena bisa mengganggu kesehatan, antara lain menyebabkan serangan ISPA," kata Mursalin.
Dia mengatakan, kondisi kabut asap yang terjadi beberapa hari terakhir ini, juga berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat, baik perekonomian maupun pendidikan.
Cuaca seperti suhu panas yang melebihi normal, dengan diselimuti asap tebal akibat kebakaran lahan, sangat berbahaya, sehingga warga diharapkan meminimalkan untuk berada di luar ruangan, kalaupun harus keluar ruangan sebaiknya menggunakan masker.
Selain itu, Dinkes HST bersama Puskesmas di seluruh HST dan anggota Pramuka Saka Bakti Husada juga membagikan masker ke beberapa tempat, serta terus menggalakkan sosialisasi di masyarakat, agar dapat mengetahui penyebab serangan penyakit itu dan bagaimana melakukan pencegahannya.
"Kami berharap, masyarakat yang telah paham dengan penyebab dan pencegahan dapat menekan angka penderita ISPA saat kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini," katanya.
Bukan hanya di HST, serangan kabut asap kini juga terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel.
Kebakaran lahan, hampir setiap hari terjadi, sehingga menyebabkan kabut asap pekat selalu tejadi setiap hari, dan telah mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara, maupun mengganggu jarak pandang pengguna lalu lintas.
Sehingga, masyarakat harus hati-hati, terutama saat melakukan perjalanan ke luar kota, di mana sering terjadi kecelakaan akibat jarak pandang yang hanya beberapa meter.
Pewarta: FathurrahmanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.