"Potensi ekonomi kreatif Kalsel harus bisa dikembangkan sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat," ujar Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas di Kota Banjarbaru, Kalsel, Rabu.
Banjarbaru (Antaranews Kalsel) - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendorong pengembangan ekonomi kreatif Kalimantan Selatan sebagai alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Potensi ekonomi kreatif Kalsel harus bisa dikembangkan sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat," ujar Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas di Kota Banjarbaru, Kalsel, Rabu.
Disebutkan, potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kalsel seperti pengolahan batu permata yang dihasilkan Kota Martapura, Kabupaten Banjar harus terus dikembangkan.
Selain itu, kerajinan tangan berupa ukiran kayu dan anyam-anyaman yang memanfaatkan bahan baku lokal juga bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami sangat menyayangkan jika keunggulan yang dimiliki Kalsel tidak dikemas dengan baik, melalui promosi, infrastruktur akses dan penunjang, maupun kualitas SDM," ucapnya.
Ditekankan, pihaknya mengusulkan rancangan undang-undang ekonomi kreatif sebagai langkah sekaligus dorongan agar potensi daerah bisa dikembangkan dan lebih maju.
"Melalui undang-undang itu, nanti seluruh potensi di setiap daerah harus digarap maksimal agar hasilnya bisa membawa manfaat dan peningkatan kesejahteraan," ujarnya.
Di sisi lain, kata dia, Kalsel memiliki potensi sumber daya hutan yang besar, namun hasil hutan bukan kayu belum banyak dimanfaatkan dan dikembangkan.
"Potensi rotan, gaharu, madu, sirap, sarang burung, dan arang seharusnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di samping menambah PAD bagi daerah," kata dia.
Sektor lain di Kalsel yang memiliki potensi berkembang seperti sektor pariwisata juga harus dimaksimalkan potensinya agar semakin dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat.
 "Potensi pariwisata seperti Pasar Terapung, Festival Tanglong termasuk wisata kuliner Soto Banjar, Ketupat Kandangan, Sate dan Daging Itik, harus dikembangkan," pesannya.* Â
Pewarta: Yose RizalEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.