Produksi sayuran petani di  Desa Kunyit Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan terus menyusut diduga akibat pencemaran air sungai dari limbah penambangan emas.

Anggota DPRD Kalsel  H Hasmy Fadillah Akbar di Banjarmasin, Jumat (1/7) mengatakan, warga Desa Kunyit belakangan tak lagi menekuni usaha menanam sayuran karena hasilnya semakin tidak memadai akibat pencemaran dari  limbah kegiatan penambang emas.

"Menurut penuturan warga Desa Kunyit, sekitar 75 Km timur Banjarmasin itu, mereka tak mengusahakan sayur-mayur terebut, seiring dengan maraknya pertambangan emas di wilayah Bajuin," ujarnya.

Air untuk menyiram kebun sayuran tersebut diduga tercemar mecori (air raksa) yang digunakan mencuci hasil tambang, guna memisahkan emas dengan barang ikutan lainnya.

"Oleh karenanya, kalau air tersebut disiramkan ke sayuran, maka daun sayuran itu akan mengeras dan tak layak konsumsi," tutur anggota Komisi II bidang ekonomi keuangan DPRD Kalsel itu mengutip keterangan masyarakat setempat.

Pensiunan pegawai pertanian itu mengungkapkan pula, Desa Kunyit hingga tahun 1990-an masih merupakan sentera produksi sayuran, yang pasarannya bukan cuma di "Bumi Tuntung Pandang" Tala, tapi sampai ke daerah lain, termasuk Banjarmasin.

"Tapi kini tak lagi nampak hamparan perkebunan sayur-mayur yang menghijau, kecuali kawasan lahan terancam kritis dan tidak produktif," ungkap alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) di Banjarbaru itu.

Wakil rakyat dari Partai Golkar yang juga mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menyarankan, pemerintah daerah atau instansi berwenang melakukan penertiban pertambangan emas, yang cenderung merusak lingkungan hidup.

"Kita harus menjaga kelestarian lingkungan hidup serta melakukan rehabilitasi lahan/kawan yang sudah terlanjur rusak semaksimal mungkin, bila tak ingin terjadi bencana pada masa-masa mendatang," demikian Hasmy Fadillah.

Bajuin khususnya, selain merupakan kawasan wisata alam yang cocok untuk "adventure" (wisata petualangan), juga terdapat hasil tambang antara lain berupa emas yang sejak puluhan tahun menjadi buruan masyarakat./shn*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026