Memang dengan pengaruh El Nino yang membuat kekeringan lahan pertanian, produksi padi Kalsel 2015 bisa menurun, tapi kita masih optimis akan tetap surplus..."Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Muharram optimistis produksi padi di provinsi tersebut pada tahun ini tetap surplus.
"Memang dengan pengaruh El Nino yang membuat kekeringan lahan pertanian, produksi padi Kalsel 2015 bisa menurun, tapi kita masih optimis akan tetap surplus," ujarnya di Banjarmasin, Kamis.
Hal itu karena, kata Muharram yang juga Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kalsel itu, dengan kemarau panjang bisa memanfaatkan lahan lebak untuk bercocok tanam.
Dia menyebut, Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota juga memiliki lahan lebak atau rawa monoton yang cukup potensial untuk usaha pertanian.
"Dengan kemarau panjang, lahan lebak juga bisa ditanami. Berdasarkan pengalaman saat El Nino yang pernah melanda Kalsel beberapa waktu lalu, produksi padi dari lahan lebak cukup baik," ungkapnya.
"Hasil produksi lahan lebak tersebut, yang mampu mempertahankan produksi padi Kalsel agar tetap surplus," katanya.
Oleh sebab itu, dia juga mengimbau masyarakat Kalsel agar tak risau atau khawatir akan kekurangan beras karena pengaruh El Nino.
"Karena selain lahan lebak masih bisa menghasilkan padi dan bahkan cukup potensial, sedangkan pada lahan tadah hujan dan menggunakan sistem irigasi juga sudah banyak yang panen sebelum tibanya kekeringan," demikian Muharram.
Lahan lebak yang cukup potensial dan selama ini menyumbang produksi padi Kalsel, antara lain di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang terkenal dengan Polder Alabio (185 kilometer utara Banjarmasin).
Polder Alabio salah satu sistem pengelolaan tata air pada lahan lebak sejak masa pemerintahan Hindia Belanda.
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.