PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kalimantan Selatan (Kalssel) segera melakukan uji coba sistem pembangkit PLTU Asam-Asam Unit III yang kini pembangunannya telah selesai 99 persen.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Monitoring Pemprov Kalsel, Hadi Susilo, di Banjarmasin Selasa.
Menurut dia, dari hasil monitoring terakhir yang dilakukan seluruh anggota tim, diperoleh informasi pada awal Juli 2011 pembangkit Unit III telah selesai pembangunannya.
Selanjutnya, pada pertengahan Juli akan dilakukan uji coba jaringan pembangkit selama setengah bulan atau 15 hari.
"Bila seluruh sistem berjalan dengan baik, maka sistem tersebut akan masuk jaringan untuk menambah kekurangan daya listrik yang selama ini terjadi di Kalsel dan Kalteng," katanya.
Diharapkan dengan masuknya unit III PLTU Asam-Asam dalam jaringan listrik Kalsel dan Kalteng, maka pemadaman bergilir tidak akan terjadi lagi.
Selanjutya, sekitar akhir tahun pembangunan pembangkit unit IV juga akan menyusul sehingga awal 2012 seluruh sistem telah masuk jaringan PLN wilayah Kalsel dan Kalteng.
Diharapkan dengan selesainya pembangkit III dan IV PLTU Asam-Asam sebesar 2 X 65 megawatt, maka persoalan listrik di Kalsel yang sejak beberapa tahun terakhir selalu devisit daya bisa teratasi.
Tentang berbagai persoalan pembangunan jaringan yang sebelumnya terkendala pada pembebasan lahan tambah Hadi kini sudah bisa diselesaikan oleh masing-masing kabupaten.
"Kabupatan Tanah Laut dan Tanah Bumbu cukup aktif membantu penyelesaian sengketa ganti rugi lahan dengan masyarakat maupun perusahaan perkebunan yang kini sudah tidak ada masalah lagi," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, mengatakan, pengoperasian pembangkit unit 3-4 belum mampu memenuhi kebutuhan energi daerah ini secara maksimal.
Hal tersebut terjadi, kata dia, permintaan jaringan baru tumbuh cukup pesat dengan jumlah yang cukup besar.
Namun demikian, tambah dia, pengoperasioan kedua pembangkit akan mampu menekan pemadaman yang selama ini sering terjadi di daerah ini./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.