"Kalau ada lahan dikhususkan untuk TPST ini, maka pemerintah bisa membangunkaannya, dan manfaatnya untuk pengelolaan sampah di daerah perumahannya itu," ujar Kepala DKP Kota Banjarmasin Mukhyar, di Balaikota, Senin.

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Banjarmasin meminta semua pengusaha pengembang perumahan menghibahkan lahan untuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).


"Kalau ada lahan dikhususkan untuk TPST ini, maka pemerintah bisa membangunkaannya, dan manfaatnya untuk pengelolaan sampah di daerah perumahannya itu," ujar Kepala DKP Kota Banjarmasin Mukhyar, di Balaikota, Senin.

Dia mengapresiasi langkah yang dilakukan salah satu pengembang perumahan di Jalan Perdagangan atau HKSN, Banjarmasin Utara, yang menghibahkan cuma-cuma lahan untuk pembangunan TPST.

Padahal sebelumnya, kata Mukhyar, pihaknya sempat ingin melakukan pembebasan lahan di HKSN itu dengan taksiran anggaran tersedia Rp1,5 miliar sebagai dana ganti rugi lahan, yakni,luas lahan 500 meter persegi.

"Tapi kemudian, sang pemilik lahan dan perumahan di daerah itu, yakni, H Hadimi menghibahkannya, dan menyerahkan kepada pemkot untuk membangun TPST," tuturnya.

Hal hasil, ungkap dia, anggaran yang tidak terpakai itu bisa digunakan Pemkot untuk membebaskan lahan lainnya guna membuat TPTS yang sama di wilayah itu.

"Sehingga, pada tahun ini bisa kita bangun dua TPST di sana," ujarnya.

Alasan akan dibangunnya dua TPST di sana, ungkap Mukhyar, karena volume sampah di kawasan HKSN itu cukup besar, yakni, mencapai 10 ton perhari.

Selain itu, ucapnya, masalah kedisiplinan masyarakat untuk membuang sampah sesuai jam yang ditentukan, pada pukul 20.00 Wita sampai 06.00 Wita dan diperparah aktifitas pemulung membuat sampah meluber ke badan jalan.

Ia menyebutkan, saat ini velume sampah yang harus ditangani terus mengalami kenaikan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Sementara, pengelolaan sampah terpadu masih relatif sedikit. TPST yang ada hanya berjumlah sembilan buah yang tersebar di lima kecamatan di ibu kota provinsi ini.

  "Dengan setiap harinya produksi sampah dari masyarakat daerah kita yang mencapai 500 ton, tentunya perlu berbagai cara untuk kita melakukan penanganannya," papar Mukhyar.   

Pewarta: Sukarli
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026