Kemunduran itu terjadi ketika Tesla berada di bawah pengawasan peraturan atas keamanan teknologi mengemudi semi-otonomnya, yang disebutnya "FSD."
"Melihat beberapa masalah dengan 10.3, jadi mundur ke 10.2 untuk sementara," kata Kepala Eksekutif Elon Musk, dikutip dari Reuters, Senin.
"Harap dicatat, ini diuji dengan perangkat lunak beta. Tidak mungkin menguji semua konfigurasi perangkat keras dalam semua kondisi dengan QA internal (penjaminan kualitas), maka beta (dibuat) publik," katanya.
Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca juga: Kantor pusat Tesla bakal pindah dari California ke Texas
Sementara itu, rilis sistem bantuan mengemudi baru untuk beberapa pemilik model Tesla, yang menurut perusahaan menampilkan beberapa peningkatan, telah diumumkan pada hari Jumat, 22 Oktober.
Pada hari Sabtu (24/10), Musk mengatakan rilis mungkin akan ditunda satu hari.
"Regresi di beberapa belokan kiri di lampu lalu lintas ditemukan oleh QA internal di 10.3. Perbaikan dalam pekerjaan, mungkin rilis besok," katanya pada Sabtu.
Kendaraan Tesla dengan perangkat lunak 10.3 terbaru berulang kali memberikan "Peringatan Tabrakan Maju" bahkan ketika tidak ada bahaya langsung, menurut unggahan video pengguna beta. Beberapa kendaraan juga secara otomatis mengerem tanpa alasan, kata pengguna di postingan media sosial.
Beberapa pengguna mengatakan mereka kehilangan perangkat lunak beta FSD sepenuhnya setelah mengalami masalah dengan iterasi terbaru.
Tidak ada informasi terbaru tentang kemungkinan tanggal baru untuk rilis, baik dari Musk di media sosial atau dari Tesla.
Baca juga: Tesla angkat Wall Street ke rekor tertinggi
Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) pada bulan Agustus membuka penyelidikan keamanan formal ke dalam sistem Autopilot Tesla di 765 ribu kendaraan AS setelah serangkaian kecelakaan yang melibatkan model Tesla dan kendaraan darurat.
Pewarta: Arnidhya Nur ZhafiraEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.