Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat di daerah terpencil.
    
Kepala Dinkes setempat, Humam Arifin di Paringin, ibu kota Balangan, Minggu (27/6), mengatakan,  daerah terpencil yang jadi sasaran kali ini adalah pemukiman masyarakat adat Dayak Meratus di Kecamatan Tebing Tinggi.
   
"Tepatnya di Balai Adat Nanai yang merupakan pemukiman masyarakat adat Dayak Meratus di Desa Raranum," ujarnya.
   
Untuk mencapai pemukiman tersebut, harus ke Kecamatan Tebing Tinggi terlebih dahulu yang berjarak sekitar 30 Km dari Kota Paringin.
   
Dari Kecamatan Tebing Tinggi dilanjutkan ke Desa Raranum yang masih bisa ditempuh menggunakan mobil namun kondisi jalan tidak beraspal dan turun naik pegunungan sejauh sekitar 17 Km.
   
Desa Raranum merupakan tempat terakhir yang dapat dicapai menggunakan mobil untuk selanjutnya perjalanan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki melewati kawasan hutan dan pegunungan Meratus.
   
"Petugas yang berangkat kali ini berjumlah sekitar 24 orang, terdiri atas petugas kesehatan dari Dinkes, dokter, perawat serta bidan dari Puskesmas setempat," katanya.
   
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan, pengobatan, sosialisasi, sunatan massal dan tindik telinga bagi anak perempuan.
   
Ia menambahkan, semua kegiatan kesehatan tersebut bersifat gratis dan merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan daerah terpencil.
   
"Kegiatan pelayanan kesehatan daerah terpencil sudah kita lakukan sejak 2004 lalu dan dalam satu tahun biasanya dapat terlayani empat hingga lima wilayah," tambahnya.
   
Di Balangan sedikitnya terdapat lima desa yang masuk dalam kategori daerah terpencil dan kesemuanya merupakan pemukiman masyarakat adat Dayak Meratus.
   
Kelima desa tersebut masing-masing Raranum di Kecamatan Tebing Tinggi dan Andamai, Hambatta, Libaru Sungkai dan Sawang di Halong.
   
Sebenarnya masih ada satu desa lagi yang masuk dalam kategori daerah terpencil, yaitu Wayuwanin di Kecamatan Halong.
   
Namun status desa tersebut hingga saat ini masih dalam sengketa dengan Kabupaten Tanah Bumbu, sehubungan dengan penetapan batas wilayah.
   
Karena itulah, Desa Wayuwanin untuk 2011 ini tidak termasuk dalam daftar kunjungan para petugas kesehatan Balangan untuk diberikan pelayanan kesehatan gratis./adi*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026