"Kami bersyukur karena PPKM yang sebelumnya level III turun menjadi level II," ujar Bupati Banjar Saidi Mansyur di Martapura, Senin saat memimpin rakor mingguan kepala SKPD lingkup Pemkab Banjar.
Menurut bupati didampingi Sekdakab Banjar Mokhammad Hilman, status itu berlaku seiring berakhirnya penerapan PPKM level IV pada 6 September 2021 yang dilanjutka PPKM level II hingga tanggal 13 September 2021.
Ditekankan, penurunan status itu jangan sampai membuat masyarakat maupun pihak lainnya lengah karena penularan COVID-19 bisa saja kembali tinggi yang berdampak penerapan status PPKM kembali tinggi.
"Kami minta masyarakat dan seluruh pihak mematuhi PPKM level II dan tentu saja berharap masyarakat mau dan sadar mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 melalui gerakan 3 M," ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dr Diauddin mengatakan, status Kabupaten Banjar sudah memasuki PPKM level 2 dan rumah sakit masuk kategori level memadai dalam hal pelayanan.
"Suntikan vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat sebanyak 73.666 orang dengan vaksin dosis pertama 9,73 persen dan dosis dua sudah 6 persen. Vaksin sinovac ada 564 vial, dan vaksin moderna 82 vial," ujarnya.
Ditambahkan Direktur RSUD Ratu Zalecha dr Tofik Norman Hidayat, satu pekan terakhir ada 13 orang yang dirawat di rumah sakit dengan total pasien meninggal 52 orang dan 42 orang meninggal kurang dari 48 jam.
"Kami berharap, jumlah pasien aktif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit terus berkurang termasuk jumlah yang meninggal dunia sehingga pelayanan petugas rumah sakit ke masyarakat optimal," kata dia.
Pewarta: Yose RizalEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.