Peternakan sapi di Tanah Laut berkembang cukup baik, sehingga untuk mendukung perkembangannya Dewan Ketahanan Nasional akan menyampaikan ke pemerintah pusat agar mendukung,"Pelaihari, (AntaranewsKalsel) - Dewan Ketahanan Nasional mengunjungi Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, untuk mendukung pengelolaan potensi peternakan di "Bumi Tuntung Pandang" Tanah Laut.
Ketua Rombongan Dewan Ketahanan Nasional (DKN) Brigjen Pol Tjejep Agus Supriyatna, di Pelaihari, Kamis (11/6) mengatakan, kunjungannya ke daerah salah satunya untuk mendapatkan masukan dari pemerintah daerah terkait kebijakan nasional di semua sektor pembangunan.
Menurut dia, dari hasil kunjungan itu pihaknya menilai Kabupaten Tanah Laut memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan di antaranya peternakan sapi.
"Peternakan sapi di Tanah Laut berkembang cukup baik, sehingga untuk mendukung perkembangannya Dewan Ketahanan Nasional akan menyampaikan ke pemerintah pusat agar mendukung," ungkapnya.
Dijelaskannya, berdasarkan kenyataan yang ada, Kabupaten Tanah Laut merupakan kabupaten pemasok daging bagi Kalimantan Selatan dan provinsi tetangga, hal ini menjadi pertimbangan agar daerah tersebut diperhatikan pemerintah pusat.
Apalagi saat ini, sebut dia, Indonesia masih kekurangan pasokan daging sapi, sehingga harus mengimpor dari Australia untuk mencukupi kebutuhan daging.
Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah mengungkapkan, dari hasil pertamuan dengan Dewan Ketahanan Nasional, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut telah menyampaikan beberapa masukan pembangunan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Tanah Laut.
Dari masukan itu, jelas dia, pihaknya sangat berharap Dewan Ketahanan Nasional menyampaikan ke pemerintah pusat beberapa masukan rencana pembangunan di kabupaten tersebut.
"Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam kawasan strategis pembangunan nasional, tentunya pembangunan pelabuhan laut, rel kereta api, pembangunan PLTU dapat terlaksana pada 2016," tegasnya.
Pewarta: AriantoEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.