Untuk beras raskin reguler sudah kita salurkan melalui bulog ke tujuh kecamatan pada Januari 2015 dan saat ini ada lima kecamatan yang mengajukan permohonan permintaan alokasi raskin,"Tanjung, (Antaranews Kalsel) - Lima kecamatan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, sudah mengajukan permohonan permintaan alokasi beras bagi keluarga miskin ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja setempat agar bisa disalurkan ke Rumah Tangga Sasaran (RTS).
Hal tersebut disampaikan Kabid Rehabilitasi dan Bantuan Sosial, Kusnandar di Tanjung, Kamis, surat permohonan permintaan alokasi beras raskin nantinya akan disampaikan ke Bulog Barabai (Hulu Sungai Tengah).
"Untuk beras raskin reguler sudah kita salurkan melalui bulog ke tujuh kecamatan pada Januari 2015 dan saat ini ada lima kecamatan yang mengajukan permohonan permintaan alokasi raskin," jelas Kusnandar.
Kecamatan yang mengajukan surat permohonan permintaan alokasi raskin ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja yakni Tanta, Muara Harus, Banua Lawas, Pugaan dan Jaro.
Realisasi raskin ungkap Kusnandar masing-masing Januari 2015 sebanyak 98.700 kilogram, Februari 88.275 kg dan Maret 48.015 kg.
Sedangkan total alokasi raskin di Tabalong tahun ini mencapai 1.809.000 kg atau 150.750 kg pagu per bulannya bagi 10.050 Rumah Tangga Sasaran.
Sementara itu sejak Januari, tercatat lima kecamatan yang belum mengambil jatah beras bagi keluarga miskin yakni Tanjung, Murung Pudak, Upau, Muara Uya dan Pugaan.
Kepala Dinas Sosial dan Tenag Kerja Tabalong, Yuhani mengatakan pihaknya sudah meminta seluruh kecamatan untuk bisa merealisasikan penyaluran beras raskin ke rumah tangga sasaran.
"Tahun ini diharapkan seluruh kecamatan bisa merealisasikan penyaluran beras raskin mengingat tahun sebelumnya ada beberapa kecamatan yang tidak mengambil jatahnya padahal beras ini cukup membantu keluarga miskin disaat harga beras makin mahal di pasaran," jelas Yuhani.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.