Dunia pendidikan dalam berbagai tingkatanya telah memegang peranan penting dalam upaya pembinaan, membimbing, dan membina sekaligus sebagai penentu perkembangan anak.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudy Ariffin, melalui sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu, H Difriadi Darjad, dalam acara peringatan hari ulang tahun Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Kalimantan Selatan yang ke-61 di Tanah Bumbu, Senin (6/6).

Wakil bupati menambahkan, keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam upaya mencerdaskan warga negaranya. Kecerdasan itu harus dimulai atau ditanamkan pada anak-anak sejak masa usia dini (Golden Age) dengan sebaik mungkin.

Lahirnya undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dianggap sebagai karya nyata payung hukum pemerintah dalam menjamin hak-hak anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Peranan orang tua, keluarga dan lembaga terkait juga sangat dibutuhkan agar mereka mampu menerapkan sistem pendidikan yang sangat berkualitas baik dari segi emosional, sosial dan spiritual.

"Jadi, pengetahuan kita dalam mendidik anak usia dini harus ditingkatkan, termasuk kualitas para guru yang berkecimpung dalam Pendidikan Taman Kanak-Kanak tersebut," kata Wabup.

Menurutnya salah satu penyebab terlambatnya pembangunan mutu pendidikan adalah masih rendahnya sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan tersebut. Rendahnya SDM sering muncul disebabkan tidak tepatnya penerapan kebijakan di lembaga pendidikan dalam arti yang luas.  

Difri menambahkan, seringkali muncul persepsi dan pemahaman yang berbeda dalam upaya mengelola sistem pendidikan. Sehingga menyebabkan tidak seragamnya mutu pendidikan khusunya pada jalur pendidikan informal.

Para guru yang masih aktif dalam proses pendidikan anak usia dini diharapkan mampu memahami tujuan mendasar pendidikan anak didik pada masa usia tersebut.

Penddidkan itu menitik beratkan peletakan dasar pertumbuhan anak baik dari segi daya pikir, daya cipta, emosi, spiritual, berbahasa atau komunikasi, maupun sosial.

Guru dan para orang tua juga diminta melakukan komunikasi yang berkesinambungan agar sama-sama mengetahui perkembangan anak mereka secara menyeluruh. Sehingga anak tersebut tumbuh menjadi genarsi bangsa yang dapat dibanggakan dan dihormati orang lain.

Pada kesempatan itu, Ketua IGTKI Provinsi Kalimantan selatan, Lisnawati, S.Pd juga mengharapkan para guru TK senantiasa dapat menambah pengetahuan tentang pendidikan anak usia dini (PAUD). Meskipun, upaya peningkatan SDM dan kesejahteraan hidup para guru masih memerlukan perhatian lebih dari pihak pemerintah.

"Dari 1600 guru TK di Provinsi Kalsel baru sekitar 25 persen yang mengenyam pendidikan S-1. Tapi sebagian kecil ada juga yang dalam proses menyelesaikan pendidikan S-2," kata Lisnawati. 

Peringatan HUT IGTKI, di ikuti oleh ratusan guru Taman Kanak-Kanak dari 13 kabupaten/kota se-provinsi Kalsel. Acara diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah kelompok guru berprestasi yang mewakili daerahnya masing-masing.

Untuk penghargaan pelaksanaan HUT IGTKI-PGRI terbaik se-Provinsi kalimantan Selatan berhasil diraih kelompok guru TK dari Kabupaten Balangan.

Penghargaan pelaksanaan konferensi daerah terbaik di raih kelompok guru TK dari Kabupaten Tanah Lau, dan penghargaan pengelolaan administrasi terbaik diraih perwakilan guru TK Kabupaten Hulu Sungai Selatan./yanto*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026