Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 586,89 poin atau 1,76 persen, menjadi menetap di 33.876,97 poin. Indeks S&P 500 bertambah 58,34 poin atau 1,40 persen, menjadi ditutup pada 4.224,79 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 111,10 poin atau 0,79 persen, menjadi berakhir di 14.141,48 poin.
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi melambung 4,29 persen, memimpin kenaikan, diikuti oleh sektor keuangan terangkat 2,40 persen.
Baca juga: Wall Street turun
Ini adalah pembalikan tajam dari minggu lalu, ketika sinyal hawkish Fed pada kebijakan moneter memicu putaran ambil untung yang menghapus keunggulan value stocks (saham yang harganya masih di bawah nilai intrinsiknya) atas pertumbuhan bulan ini dan memicu kinerja mingguan terburuk untuk Dow dan S&P 500 dalam beberapa bulan.
"Tema keseluruhan di sini adalah pasar masih tidak tahu apakah menginginkan uang longgar atau uang ketat dan sedang dalam tarik tambang," kata Randy Frederick, wakil presiden perdagangan dan derivatif di Charles Schwab.
S&P 500 telah diperdagangkan dalam kisaran ketat bulan ini karena investor menyulap kekhawatiran ekonomi yang terlalu panas dengan optimisme tentang rebound ekonomi yang kuat.
Fokus minggu ini adalah pada survei aktivitas pabrik AS dan data penjualan rumah, sementara Ketua Fed Jerome Powell akan bersaksi di depan Kongres pada Selasa waktu setempat.
Saham mata uang kripto, termasuk penambang Riot Blockchain, Marathon Patent Group dan bursa kripto Coinbase Global, jatuh antara 1,0 persen dan 4,0 persen karena tindakan keras China yang meluas terhadap penambangan Bitcoin.
Baca juga: Wall Street bersusah payah tambah keuntungan
Microsoft Corp naik 1,2 persen menjadi ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Moderna Inc menguat 4,5 persen setelah sebuah laporan mengatakan pembuat obat itu menambahkan dua jalur produksi baru di pabrik pembuatan vaksin COVID-19, dalam upaya untuk bersiap membuat lebih banyak dosis suntikan.
Pewarta: Apep SuhendarEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.