Warga masyarakat Kalsel yang kini mencapai empat juta jiwa lebih dan tersebar pada 13 kabupaten/kota tersebut banyak yang belum mengetahui keberadaan RSGM itu, ujarnya di Banjarmasin, Rabu.
Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, karenanya menyarankanlu peningkatan sosialisasi keberadaan RSGM tersebut agar warga masyarakat mengenal/mengetahui rumah sakit milik Pmprov Kalsel itu.
Ia juga pengelola RSGM yang keberadaan belum setahun, meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Kalsel khususnya.
Mantan Ketua Komite Nasional Indonesia (KNPI) Kalsel yang bergabung ke PKB itu mengingatkan, agar keberadaan RSGM tersebut bukan cuma untuk kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.
Keberadaan RSGM tersebut harus benar-benar mendatangkan manfaat yang lebih maksimal bagi kesehatan masyarakat Kalsel khususnya yang berkaitan dengan masalah gigi dan mulut.
Karena, menurut dia, kalau keberadaan RSGM yang merupakan ide atau gagasan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin tersebut tak optimal, maka anggaran yang disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi setempat menjadi kurang bermanfaat.
Begitu pula, segala alat kesehatan (Alkes)di RSGM tersebut pemanfaatnya juga menjadi kurang maksimal, kata Yazidie Fauzi, didampingi Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi Saifuddin.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi kesehatan menyatakan akan melakukan pengecekan mengenai pemanfaatan alkes di RSGM itu.
RSGM Hasan Aman itu berdekatan dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin juga milik Pemprov setempat yang statusnya sudah berubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU).
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026