Para korban diminta melengkapi berkas sebagai persyaratan mendapatkan sertifikasi, dan mentransfer sejumlah uang kepada pelaku melalui nomor rekening yang diberikan,"
Amuntai,  (Antaranews Kalsel) - Puluhan tenaga guru honor di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, menjadi korban penipuan oknum yang mengatasnamakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah setempat M Taufik.

"Para korban diminta melengkapi berkas sebagai persyaratan mendapatkan sertifikasi, dan mentransfer sejumlah uang kepada pelaku melalui nomor rekening yang diberikan," kata Kabid Pengadaan Pegawai dan Informasi Data pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Hulu Sungai Utara Taufiq di Amuntai, Kamis.

Dia mengatakan, oknum yang meminta sejumlah uang tersebut mengaku sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Hulu Sungai Utara.

"Ada guru honor dari Kantor Kemenag datang ke BKD untuk mengkonfirmasi kebenaran lulus sertifikasi sambil membawa berkas untuk kelengkapan persyaratan, padahal kami tidak merasa pernah menghubungi guru honor tersebut, karena masalah sertifikasi bukan urusan BKD," kata Taufiq, dalam rilis.

Guru honor yang menjadi korban, kata Taufiq mengaku telah ditelepon seseorang yang mengaku sebagai Kepala BKD yang meminta segera melengkapi berkas dan mentransfer biaya kepengurusan sertifikasi.

Salah seorang guru honor Hartati mengajar di MIN Desa Rukam menuturkan, seseorang mengaku bernama Taufiq sebagai Kepala BKD dan menyampaikan bahwa, ia lulus seleksi awal untuk mendapatkan sertifikasi.

"Korban Hartati ini didesak pelaku segera melengkapi berkas dengan tenggat waktu sangat sempit termasuk diminta segera mentransfer uang Rp1 juta ke rekening pelaku," tutur rekan korban Abdur Rohim.

Korban, lanjutnya sempat mentransfer uang sebesar Rp1 juta sebelum akhirnya mulai curiga dan mendatangi BKD setelah pelaku kembali meminta uang sebesar Rp4 juta dengan alasan pihak BKN meminta dana mengurus sertifikasi lebih besar.

Setelah mendapat penjelasan dari BKD korban penipuan segera disarankan pihak BKD untuk melaporkan kasus ini kepada Polisi, beberapa saat kemudian puluhan tenaga guru honor lainnya juga mendatangi Polres Hulu Sungai Utara mengadukan penipuan yang sama.

"Hingga saat ini kasus ini tengah ditangani dan di sidik aparat Polres HSU," imbuhnya.

Pejabat BKD Hulu Sungai Utara Taufiq menegaskan, tidak benar Kepala BKD membantu mengurus sertifikasi dan mengimbau para guru agar tidak mudah percaya pada informasi yang disampaikan via telpon sebelum men-croscek kebenaran informasi yang diterima kepada BKD.

Taufiq menjelaskan, terkait sertifikasi ini bukan menjadi urusan atau kewenangan BKD, melainkan urusan atau kebijakan Dinas Pendidikan.*

Pewarta: Eddy Abdillah
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026