Dari ribun bibit mahoni yang ditanam, bisa tumbuh separohnya saja kita sudah bersyukur,"
Amuntai,  (Antaranews Kalsel) - Pemkab Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, menanam bibit mahoni untuk menghijaukan daerah gersang dan rawa di perkotaan.

Kepala Bidang Kehutanan Syafriani di Amuntai, Kamis menyatakan pihaknya menargetkan bibit mahoni yang ditanam bisa tumbuh minimal 50 persen.

"Dari ribun bibit mahoni yang ditanam, bisa tumbuh separohnya saja kita sudah bersyukur," jelasnya.

Sebab kata dia, ancaman upaya penghijauan tersebut umumnya banjir, yang bis membuat tanaman terendam dan akhirnya mati.

Selain itu, tanaman penghijauan yang ditanam di tepi jalan dan kawasan rawa juga rawan dirusak tangan-tangan jahil.

Syafriani menerangan jenis tanaman yang ditanam, di antaranya blangiran seperti tanaman mahoni, trembesi dan angsana.

Sementara itu kata Syafriani, Hulu Sugai Utara didominasi lahan rawa yang secara periodik tergenang air cukup lama, dan setiap tahun ketinggian air sulit diprediksi.

Pada 2014, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) kegiatan penanaman bibit tanaman untuk program penghijauan diserahkan ke pihak ketiga yang menjadi rekanan Dinas Kehutanan untuk menanam bibit tanaman di sejumlah wilayah kecamatan.

"Tahun kemarin rata-rata sebanyak tiga ribu bibit pohon mahoni dan trembesi dan jenis tanaman lainnya kita tanam melalui pihak ketiga di beberapa wilayah kecamatan, sedangka di wilayah Amuntai sebanyak hanya sebanyak 1.717 pohon," katanya dalam rilis.

"Sesudah penanaman kita serahterimakan dengan kepala desa dan lurah karena selanjutnya tanaman penghijauan ini telah menjadi aset dan milik masyarakat yang harus sama-sama dirawat dan dijaga agar tidak rusak," tuturnya.

Sebenarnya, kata Syafriani proyek penanaman bibit penghijauan ini bisa saja dilakukan secara swakelola dengan mengikutsertakan masyarakat namun terbatasnya sumber daya manusia menjadi kendalanya, sehingga proyek penghijauan diserahkan kepada pihak ketiga.

Awal 2015, melalui dana APBD II Dishutbun ESDM kembali melakukan penananam sebanyak 401 batang mahoni di wilayah perbatasan menuju Kota Amuntai, sebagian di wilayah pasar rakyat dan wilayah kota.

Selain berfungsi penghijauan, mahoni ini juga berfungsi untuk penguatan sisi jalan agar tidak longsor, dan jika sudah tumbuh besar bisa mempercantik kota.

Sengaja dipilih jenis tanaman mahoni, karena struktur batang pohon lebih kuat dibanding trembesi sehingga dalam jangka panjang sangat cocok ditanam ditepi-tepi jalan.

Trembesi ditanam di wilayah yang lebih lapang, seperti alun-alun atau taman kota, karena daunnya rindang dan banyak menyerap CO2. Namun jenis tanaman trembesi ini dalam waktu sekitar lima tahun sudah mulai keropos.

Khusus penghijauan lahan rawa seperti di Kecamatan Amuntai Selatan dengan tanaman pantung atau jelantung rawa yang bisa menghasilkan getah berkualitas tinggi.

Penananaman jelantung rawa ini masuk dalam proyek rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang selain berfungsi penghijauan juga nantinya menghasilkan kayu dan getah.

Saat ini sebanyak 40 pohon mahoni di Kecamatan Haur Gading, royek 2014 sudah mulai tumbuh sejak ditanam tiga bulan lalu.

"Mhoni yang ditanam tersebut untuk penghijuan kawasan yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan MTQ tingkat kabupaten mendatang agar lebih asri dan hijau," kata Syafriani.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026