Pelajar di daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan memiliki dampak positif terhadap lingkungan sebagai hasil pembelajaran cerdas cermat tentang lingkungan yang berlangsung setiap tahun.

"Cerdas cermat tentang lingkungan harus merangsang kepdulian para siswa terhadap lingkungan khususnya di daerah Kabupaten Tanah Bumbu ini," kata bupati setempat, Mardani H Maming, melalui sambutanya yang dibacakan oleh staf ahli, ir H Mahyuni, dalam acara pembukaan lomba cerdas cermat tentang lingkungan tingkat SD,SMP dan SMA se Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (30/5).
 
Mahyuni menambahkan, keterlibatan para siswa agar peduli lingkungan merupakan tugas bersama. Kegiatan cedas cermat dianggap hal yang penting dalam rangka menumbuhkan kecintaan peserta didik tehadap lingkungan mulai sejak dini.

"Supaya, kedepanya mereka mampu menjadi insan berkualitas sekaligus berwawasan luas dalam berkompetisi menjaga kelestarian alam yang kita cintai ini," katanya.

Lomba cerdas cermat, jelas Mahyuni, sekaligus merupakan upaya pemerintah daerah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia pada tahun ini. Kegiatan lomba yang bertema " Hutan Penyangga Kehidupan" tersebut esensinya menyebutkan kelestarian ekosistem hutan memiliki fungsi pelayanan makhluk hidup secara berkelanjutan.  

Turut menghadiri acara lomba cerdas cermat tersebut adalah Kepala Bapedalda, Ir Erno Rudi Handoko, Kepala Dinas Pendidikan, M Amin dan sejumlah karyawan PT Arutmin Indonesia. Kegiatan lomba di ikuti oleh perwakilan peserta dari 12 sekolah mulai tingkat SD hingga SMA se-Kabupaten Tanah Bumbu dan akan berlangsung selama 3 hari kedepan.

Kabupaten Tanah Bumbu, merupakan daerah baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru di Provinsi Kalsel. Potensi alam yang utama daerah tersebut antara lain sektor pertambangan batubara dan bijih besi, sektor perkebunan, sektor pertanian dan peternakan, serta sektor kelautan dan perikanan. (Yanto/B)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026