Sejumlah objek wisata di Kabupaten Tanah Bumbu nampaknya dilirik pemerintah provinsi, hal itu ditandai dengan kedatanganya kunjungan tim gabungan dari dinas kebudayaan dan pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Bidang Produk dan Destinasi, Dibudpar Provinsi Kalsel Hj. Sofrinah Noor saat rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah di Hotel Friendship Batulicin, Kamis mengatakan, kunjungan tim tidak lain untuk melakukan perjalanan wisata.

Sejumlah objek wisata di Kabupaten Tanah Bumbu yang dikunjungi seperti Pantai Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir dan Pantai Angsana yang hakekatnya banyak memiliki potensi terumbu karang menarik.  

Kegiatan itu, katanya merupakan rangkaian perjalanan wisata yang sebelumnya juga dilakukan di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten  Kotabaru.

Beberapa organisasi yang turut mendampingi kegiatan tersebut antara lain pihak Assosiasi Perjalanan Pariwisata (Asita), Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Sejumlah obyek wisata yang berhasil dikunjungi rencananya dikemas menjadi satu paket perjalanan wisata lima hari empat malam agar mempunyai nilai jual saat dipromosikan diberbagai even tingkat nasional.

"Dengan kerja sama yang baik mudah-mudahan potensi wisata yang ada didaerah punya nilai jual dikalangan wisatawan," katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Kabupaten Tanah Bumbu Drs Abdul Karim mengatakan, selain terumbu karang yang ada di Pantai Angsana, keberadaan Pantai Tanjung Petang di Kecamatan Kusan Hilir juga tidak kalah menarik untuk terus dikembangkan dan dipromosikan.

Disamping pantainya yang luas keberadaan objek wisata itu juga dilengkapi menara mercusuar yang keindahanya dapat dinikmati wisatawan yang berkunjung ketempat itu.

Pihaknya mengakui, dari segi pengelolan wisata Pantai Tanjung Petang masih perlu ditingkatkan.

Dikatakan, Sapta Pesona yang menjadi standar kunci keberhasilan pengembangan industri wisata pantai tersebut juga dianggap masih belum maksimal akibat terbatasnya kesadaran masyarakat dan instansi terkait.

Di Pantai Tanjung Petang, sebagian lokasinya belum secara maksimal dikelola pemerintah daerah karena status kepemilikan masih dikuasai oleh penduduk setempat.

Instansi terkait diharapkan turut serta mengatasi masalah tersebut agar Pantai Tanjung Petang layak dipromosikan dan mempunyai nilai jual terhadap wisatawan.

"Kita harus bersama-sama mengatasi persoalan objek wisata termasuk masyarakat jangan sampai sembarangan membuang sampah dilokasi wisata sehingga kondisinya tetap bersih dan lestari," jelas Abdul Karim.

Sofrinah mengemukakan, terciptanya lingkungan bersih, aman, dan nyaman adalah standar Sapta Pesona yang menjadi harga mati dalam upaya pengembangan sekaligus peningkatkan potensi industri pariwisata.

"Sapta Pesona diberbagai sektor mulai dari keamanan, kebersihan, dan kenyamanan harus bisa diterapkan agar potensi wisata daerah siap menerima kunjungan para wisatawan," katanya.

Menurut dia, pengembangan industri pariswisata memiliki potensi besar dibanding sektor lain seperti pertambangan batubara. Sumber daya periwisata dianggap tidak pernah habis sedangkan potensi pertambangan dipastikan semakin berkurang jika dieksploitasi secara berkelanjutan.

Sofrinah berharap tercipta kerja sama yang baik diantara semua instansi dalam rangka peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Pihaknya berjanji turut memfasilitasi hasil kerja sama tersebut dengan cara memasarkan produk-pruduk objek wisata melalui pameran diberbagai even baik di dalam dan luar daerah, bahkan tingkat internasional./yanto/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026