Karena BANJARBAKULA yang meliputi lima wilayah kabupaten/kota di Kalsel ini, dipastikan akan menunjang kemajuan daerah dan masyarakat setempat,"
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan Ibnu Sina berharap, rencana mewujudkan "BANJARBAKULA" di provinsi tersebut jangan sampai terhenti.


"Karena BANJARBAKULA yang meliputi lima wilayah kabupaten/kota di Kalsel ini, dipastikan akan menunjang kemajuan daerah dan masyarakat setempat," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, di Banjarmasin, Jumat.


Lima wilayah yang masuk konsep BANJARBAKULA itu terdiri Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).


Oleh sebab itu, menurut anggota DPRD Kalsel tiga periode tersebut, untuk mewujudkan BANJARBAKULA hendaknya masing-masing daerah jangan mengedepankan egoisme.


"Sebab kalau egoisme daerah yang menonjol, maka dipastikan BANJARBAKULA tidak akan terwujud, dan sulit untuk lebih maju jika cuma sendiri-sendiri, tanpa kebersamaan," lanjutnya.


Dengan konsep BANJARBAKULA itu, tambah alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang berkampus di Banjarbaru tersebut, masing-masing daerah bisa saling tunjang-menunjang atau isi-mengisi atas segala kekurangan.


Sebagai contoh dalam pelayanan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih milik pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin bisa melayani daerah tetangga.


"Banyak lagi yang bisa terwaujud manakala konsep BANJARBAKULA terealisasi, seperti menjadi `kota satelit` antara wilayah Batola, Banjar dan Banjarbaru," ujar mantan Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel itu.


Selain itu, melalui konsep BANJARBAKULA bisa mempercepat proses menjadikan Banjarmasin sebagai ibu kota Provinsi Kalsel untuk menjadi kota metropolitan, demikian Ibnu Sina.


Konsep BANJARBAKULA ini sejak beberapa tahun lalu, namun karena perbedaan persepsi hampir menenggelamkan rencana tersebut, belakangan baru kembali terdengar gaung atau ada gerakan.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026