Tujuh sanggar yang terpilih mendapatkan bantuan dana dan pembinaan merupakan hasil seleksi dari tim kurasi dalam kegiatan Tabalong Ethnic Festival..."
Tanjung,  (Antaranews Kalsel) - Sebanyak tujuh sanggar seni di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendapatkan bantuan pembinaan dari PT Adaro Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) setelah melalui penilaian dari tim kurasi dalam Tabalong Ethnic Festival IV yang digelar 11 - 15 Februari 2015.

Hal tersebut disampaikan Direktur Epksekutif Yayasan Putera/Puteri Saraba Kawa (Pusaka), Firman Yusi di Tanjung, Kamis, pembinaan dilakukan oleh anggota tim kurasi masing-masing dari Perpekindo Banjarmasin, Taman Budaya Banjarmasin dan Sanggar Komandan Barito Timur (Kalimantan Tengah).

"Tujuh sanggar yang terpilih mendapatkan bantuan dana dan pembinaan merupakan hasil seleksi dari tim kurasi dalam kegiatan Tabalong Ethnic Festival beberapa waktu lalu dan besarnya bantuan bervariasi antara Rp5 juta sampai Rp10 juta," jelas Firman.

Tujuh sanggar yang terpilih mendapatkan dana bantuan serta pembinaan dari tim kurasi yakni Rimu Mamis Nyuli (Jaro), Misbhahul Munir (Tanjung), Ape Lawe Riau (Upau), Tatau Tandrik (Upau), Bamelum (Tanta), Pusaka Tabalong (Tanjung) dan Regant Tatau (Upau).

Sementara itu anggota tim kurasi yang melakukan penilaian terhadap penampilan masing-masing sanggar seni yakni Heryadi Haris dari Perpekindo Banjarmasin, Abdurahman mewakili Taman Budaya Banjarmasin dan Sanggar Komandan Barito Timur (Kalimatan Tengan), Alfirdaus.

Sebelumnya 11 sanggar seni turut terlibat dalam gelaran budaya pada Tabalong Ethnic Festival IV, selain tujuh sanggar tersebut empat sanggar lainnya berasal dari luar Tabalong diantaranya sanggar Wadian Tambai (Balangan) dan Komandan (Barito Timur).

Firman menambahkan hasil seleksi penilaian terhadap 300 lebih peserta karnaval yang memeriahkan Tabalong Ethnic Festival IV, kategori Best of The Best diraih Rio Febrian dari Barito Utara (Kalimantan Tengah) dengan tema kostum So`ong Seloko Bulo.

Kategori Banjar terbaik oleh Galuh Nia dari Rumah Bungas Balangan dengan tema Bagajah Gamuling Baular Lulut dan kreasi Dayak terbaik diraih Nimas Annisa Nuraini dari SD Plus Murung Pudak (Tabalong).

Untuk kategori paduan warna terbaik yakni Shindu Tri Wiguna (Sanggar Suluh Banua Tabalong), busana terkreatif diraih Nur Anisa dari Barito Uta dengan tema Mayang Maurai.

Penampilan terbaik dan terunik masing-masing diraih Anwar Rusmawan (Hulu Sungai Tengah) dan Suwito dan Andri dari sanggar seni Tatau Tandrik Upau (Tabalong).

Selain itu best fotogenic oleh Salsabela dari Madrasah Aliyah Negeri Tanjung (Tabalong) serta peserta favorit diraih H Akhmad S dari LKP Sahabat Balangan dengan busana adat Dayak.

"Para pemenang karnaval mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp3 juta untuk kategori Best of The Best dan masing-masing Rp2 juta untuk kategori kreasi Banjar, kreasi Dayak terbaik, paduan warna terbaik, tema terbaik, penampilan terbaik dan terunik," jelasnya.

Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026