Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, kembali membudayakan olahraga tradisional yang kini mulai ditinggalkan warganya, melalui kegiatan hari jadi Kabupaten Kotabaru ke-61.

Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kotabaru Abdul Gaffar, di Kotabaru, Rabu, mengatakan tiga jenis olahraga tradisional dari 14 cabang olahraga akan dilombakan pada hari jadi Kotabaru.

Ketiga olahraga tradisional yang mulai tersisih dan kini akan dilombakan itu, yakni, enggrang, berlogo dan tarik tambang.

Sedangkan cabang olahraga lainnya yang populer itu, diantaranya, catur, gerak jalan 17 km, sepak bola, futsal, bola voli, bola basket, bulu tangkis, sepak takraw, tenis meja, golf dan atletik.

Tujuan lain dari dipertandingknnya olahraga tradisional juga untuk menjaring bibit olahraga tradisional untuk diajukan ke cabang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Gaffar berharap olahraga tradisional dapat diterima pada organisasi olahraga KONI, meski belum tentu dapat dipertandingkan pada kegiatan olahraga tingkat provinsi, atau tingkat nasional.

Ia mengakui sampai saat ini masih banyak jenis olahraga tradisional yang mulai dilupakan masyarakat, khususnya para generasi mudah banyak yang tidak mengetahui bahwa selaian ada olahraga yang dipertandingkan tingkat daerah, nasional dan internasional, masih ada jenis olahraga tradisional.

"Selain menyehatkan, jenis olahraga tersebut juga terdaftar dalam kegiatan budaya, seperti ganepo, gasing dan masih ada yang lainnya," ujarnya.

Sementara itu Koordinator lomba lari 17 km Satriansyah, menambahkan, lomba lari itu nanti akan diikuti oleh 13 kelompok yang masing-masing memiliki anggota 17 orang.

"Lomba lari itu akan diikuti 221 orang dari masyarakat umum terdiri dari 13 kelompok," jelasnya.

Rencananya, rute lomba lari itu melintasi Jalan M Alwi, Veteran, Pangeran Diponegoro, H Agusalim, atau Jenderal Soedirman, Pangeran Indra Kesuma Negara dan Pengeran Indra Kesuma Jaya./C/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026