Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin terus melakukan pengejaran terhadap seorang pria yang diduga sebagai pelaku utama pembunuhan di siring kodamar depan Balai Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu.

"Kami masih terus lakukan pengejaran dan pelaku ini diperkirakan merupakan pelaku utamanya," tutur Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Wildan Alberd SIK di Banjarmasin, Sabtu.

Ia mengatakan, polisi terus melakukan upaya penangkapan seperti pendekatan kepada pihak keluarga pelaku agar bisa bekerjasama untuk memberikan informasi terkait keberadaannya.

Bukan itu saja Polresta Banjarmasin juga telah mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap pelaku yang diketahui bernama Asrani alias Musang Ampah (27) dan telah disebar.

"Surat DPO telah dikeluarkan namun diperkirakan pelaku sudah melarikan diri keluar dari Kalimantan Selatan tapi kami akan terus melakukan pengejaran," ucapnya kepada Wartawan Antara.

Sementara itu untuk diketahui tiga orang rekan Asrani (27) alias Musang Ampah sudah dilakukan penangkapan dan saat ini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Untuk dua rekan Musang bernama Ramayudha alias Yuda (24) dan Muhammad Syaiful Munir (27) alias Ipul dalam sidang di pengadilan mereka dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dengan hukuman mati.

Bukan itu saja, Munir dan Yuda dijerat dengan pasal 340 jo 338 oleh penyidik dari Polresta Banjarmasin ataupun oleh Jaksa dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

"Kami peringatkan kepada Musang agar dengan baik-baik menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat sebelum tertangkap di lapangan saat dilakukan pengejaran dan pasti akan kami tindak tegas," ujarnya.

Sebagaimana diketahui pembunuhan yang dilakukan oleh para pelaku itu terjadi pada Minggu (1/9) dini hari sekitar pukul 00.20 Wita, dengan tempat kejadian di siring Kodamar depan Balai Kota Banjarmasin.

Untuk korban yang meninggal dunia dalam kasus tersebut berjumlah empat orang bernama Mukmin warga Teluk Tiram, Junaidi dan Dabak warga jalan Tembus Mantuil serta Duan. Semuanya tinggal di Kota Banjarmasin.


Pewarta: Gunawan Wibisono
: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026